[3] Conquer the World with Iman

genggam-bara-apiRasulullah SAW pernah berkata kepada para pembesar Arab (kalimatnya kurang lebih seperti ini), “maukah kalian kuberitahu sebuah kalimat yang dengannya kalian dapat menguasai dunia? Ucapkanlah Laa ilaaha illa l lah, Muhammadu r rasulullah”. Kalimat sederhana yang memiliki kekuatan luar biasa. Ketika kau telah mendapatkan persetujuan dari Sang Penguasa Semesta dan Nabi-Nya, apalagi yang kau butuhkan? I think there’s nothing you need anymore, because you’ve got everything you need.

Kekuatan apa yang tersembunyi di balik kalimat “keramat” tersebut? Sebuah kekuatan tak tertandingi meski ada dua ide lain yang hendak menyainginya. Kekuatan ideologi. Kalimat syahadat bukan kalimat biasa. Kalimat syahadat memiliki makna ideologis yang sangat dalam dan mendasar.Sayangnya, kaum Muslimin kekinian sangat jarang yang mengetahuinya.

Kalau saja mereka mengetahui kenapa muncul korporasi-korporasi besar yang mendunia dan ternyata mereka juga adalah alat dari permainan para korporat-korporat tersebut, apa yang akan mereka lakukan? Begitu licik dan bejatnya para korporat yang ingin menguasai dunia dengan mencengkramkan ideologi Kapitalisme yang berbasis pada Sekulerisme. Mereka menghalalkan segala cara dan menjadikan segala sarana dalam seluruh aspek kehidupan sebagai jalan mereka untuk menguasai dunia dan mengeruk sebesar-besarnya kekayaan dunia yang ada hanya untuk diri mereka sendiri. Mereka menggunakan strategi dari seluruh aspek kehidupan, ekonomi, politik, pendidikan, teknologi, media, sosial-budaya dan semua yang memungkinkan mereka untuk dapat meraih keuntungan dan memasarkan ideologinya agar diaminkan oleh seluruh dunia termasuk kaum Muslimin. Kenapa? Karena hampir seluruh SDA dan SDM dunia berada di negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka juga yang menyeret dan memecah-belah seluruh negeri Islam untuk kepentingan mereka. JAHAT!

Ini tidak bisa dibiarkan. Kaum Muslimin harus kembali sadar akan kekuatan di balik kalimat “sakti” yang selalu mereka ucapkan saat mereka shalat.Kaum Muslimin tidak bisa tertipu selamanya dengan jebakan ideologi Kapitalisme. Hari ini kaum Muslimin hanya mengandalkan kekuatan individu untuk bertahan hidup dalam dunia yang keras dan penuh persaingan ini. Dengan kekuatan individu mungkin kita bisa menjadi orang besar tapi kita tidak bisa menguasai dunia. Individu hanya akan membuat kita sampai pada pencapaian yang tidak membuat kita puas. Namun, kekuatan ideologi akan membuat kita menjadi lebih dari itu.

Seorang yang memiliki ideologi takkan mati, meski kenyataan membunuhnya berkali-kali. Seorang yang memiliki kekuataan ideologi akan selalu tahan terhadap ujian apapun dalam hidupnya. Dia akan berusaha untuk mengubah semuanya sesuai dengan keyakinan (ideologi) yang ia miliki. Seorang Muslim harusnya ideologis. Menyadari tentang tujuan hidupnya dan berusaha melakukan yang terbaik demi tujuan itu. Tujuan yang sudah dijelaskan oleh Allah bahwa manusia hidup untuk beribadah kepadaNya. Ibadah itulah yang menuntut manusia terikat pada hukum-hukumNya. Di sanalah letak keridhoanNya terhadap manusia dan karena ibadah itulah manusia akan masuk ke dalam surgaNya. Seorang Muslim juga tidak akan tinggal diam dengan menggenggam ideologinya seorang diri. Dia akan menebar ideologi itu. Dia akan mengubah dunia orang lain dengan ideologinya.

Aku sudah punya teorinya. Aku punya kunci untuk mengubah duniaku. Kunci itu adalah ideologi Islam. Ideologi yang menyeluruh. Ideologi yang akan membantuku meraih apa yang kucita-citakan. Ideologi yang akan membuka banyak jalan dalam hidupku. Ideologi yang akan menuntunku menuju surga. Oleh karena itu, Islam harus menjadi segalanya bagiku. Islam harus menjadi poros hidupku. Islam harus selalu kujunjung tinggi di atas apapun. Dan aku harus menyebarkannya kepada orang-orang. Aku harus mengubah pandangan orang-orang Islam tentang Islam dan membantu orang yang belum memahami Islam untuk mengerti tentang Islam. Menyadarkan kaum Muslimin bahwa hari ini kita hidup dalam tirani ideologi Kapitalisme. Hari ini kita hidup dalam mimpi-mimpi para pemilik modal yang matre dan tamak akan materi. Sudah saatnya mengakhiri kehidupan seperti ini. Sudah saatnya menggemakan Islam ke seluruh penjuru dunia. Sudah saatnya menjadikan Islam sebagai qaidah dan qiyadah fikriyah. Ini tugasmu, Dit. Jadi, jangan pernah menyerah. Allah selalu bersamamu.

Kendari, 20 Syawal 1437 H. 25 Juli 2016. 10:55 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s