Story about a Pair of Wings

a-pair-of-wings

Bagi saya, punya teman adalah hadiah tersendiri. Apalagi punya teman yang reliable. Tapi, untuk yang satu ini bukan sekedar teman. Dia lebih dari itu. Dia seperti saudara kembar (tapi beda hehe). Karena itu, dia kuberi label spesial, yakni “separuh sayap”-ku.

Mungkin kedengarannya aneh atau lebay kali ya? Bahkan saya sendiri juga tidak percaya. Namun dengan banyak percakapan akhirnya saya sedikit demi sedikit merasa, “oh, jadi gini rasanya punya saudara kembar”. Meski pun banyak bedanya, tapi tidak sedikit hal yang mirip di antara kami. Dan entah kenapa dia suka sekali kalau saya dan dia ada kemiripan. Saya sendiri sebenarnya lebih nyaman dengan banyak perbedaan. Dengan begitu, saya akan banyak belajar. Tapi, karena saya ingin “menjaga perdamaian” ya udah saya iya-in aja kalo misal dia ngerasa ada yang mirip, hehehe.

Salah satu perbedaan besar di antara kami adalah dia yang sering sekali hilang fokus dalam percakapan. Yah, mungkin karena modelnya chatting kali ya? Tapi, teman-teman saya yang lain jarang tuh yang suka “salpok” (salah fokus). Kalo sama dia hampir tiap chatting pasti aja fokusnya jadi kemana-mana. Saya ngomong apa, dia nyambung kemana. Trus tiba-tiba ganti topik padahal saya belum selesai bahas. Kalo udah heboh pasti dia suka salpok. Saya pikir saya adalah orang yang lebay, ternyata masih ada orang yang lebih lebay dari saya, ya dia itu (peace hehehe :v). Tapi, karena salpoknya itu saya nganggap itu lucu dan itu adalah charming (pesona) tersendiri buat dia. Kadang saya kesal, tapi saya lebih sering nganggap itu lucu daripada ngeselin, kecuali kalo saya lagi serius.

Saya berterima kasih sama dia karena dia hampir selalu berhasil “mengganggu” ketenangan saya. Punya teman extrovert kadang bikin capek, tapi saya bersyukur karena dia selalu ada dalam hari-hari saya. Mulai dari berbagi hal yang paling tidak penting sampai sekedar mendengarkan saya curhat. Saya juga merasa bersalah karena saya terlalu sering nyusahin dia kalo saya lagi banyak pikiran. Tapi, entah kenapa dia tahan banget sama sikap saya yang “aneh” dan mungkin saja menyebalkan. Penerimaan dia ke saya lebih baik dari penerimaan saya ke diri saya sendiri. Itu membuat saya sangat bersyukur karena punya saudara sebaik dan se-pengertian dia. Tidak mudah menemukan orang yang mau mengerti apalagi dengan karakter saya yang amat sangat rumit (bahkan saya kadang gak ngerti sama diri saya sendiri). Meski terlambat menyadari, saya akhirnya tahu bahwa masih ada orang-orang yang peduli pada saya. Dari sana juga saya belajar bahwa Allah gak akan pernah benar-benar ninggalin kita sendirian, asal kita percaya bahwa Allah akan selalu ada buat kita, termasuk mengirimkan orang-orang baik dalam hidup kita. Yaa Rabb, I will always thank You for sending people like them, especially her.

Untukmu, sayapku (yang sebenarnya tidak bersayap), terima kasih untuk semuanya. Entah dengan apa harus membalas semua kebaikan dan kepedulianmu serta tingginya rasa pengertianmu. Mungkin karena aku sadar bahwa kamu lebih tua jadi kadang rasa manja itu keluar dengan sendirinya tanpa disadari (peace hehe). Tapi, aku tahu selama kita jadi saudara kita akan selalu bisa berbagi, apa pun itu. Terima kasih sudah membersamaiku selama ini. Menghadapi banyak kesulitan selama berinteraksi denganku. Berusaha untuk selalu mengerti apa yang kupikirkan dan kurasakan. Maafkan karena selama ini aku seperti menjadikanmu sebagai pohon tempat bersandar ketika aku lelah dengan dunia di luar sana. Terima kasih sudah mau mendengarkan semua uneg-uneg yang sulit kusampaikan kepada siapa pun. Terima kasih karena sudah menjadi fans pertamaku. Love you in Allah as always ❤

Semoga kita akan tetap seperti ini. Jadi sepasang sayap yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Semoga tidak hanya di dunia, tetapi juga sampai ke Surga-Nya kelak. Aamiin~

Kendari, 16 Desember 2016. 20:37 WITA.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s