Takdir Sang Pahlawan

Rasanya sudah lama sekali sejak saya menulis terakhir kali. Semua hal jadi sulit untuk dituliskan, berbeda dengan hari-hari yang sudah lewat. Ah, jadi mungkin seperti ini rasanya ketika kehilangan rasa percaya diri pada sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan sejak lama. But, I’ll try again 🙂

***

Namanya Khalid bin Walid. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak sahabat Rasulullah SAW. yang memberiku inspirasi, khususnya tentang mimpi dan cita-cita.
Khalid bin Walid ra. merupakan salah satu sahabat Rasulullah saw. yang masyhur namanya. Beliau bergelar “Pedang Allah yang Terhunus”. Ya, Khalid bin Walid dikenal sebagai panglima perang tak terkalahkan dalam sejarah peradaban Islam. Beliau hanya kalah sekali saat Perang Uhud meski pun kemudian berhasil membalikkan keadaan di saat-saat terakhir peperangan. Kemampuan militernya tidak diragukan, kecerdasannya juga luar biasa, pengalamannya apalagi. Khalid bin Walid tidak pernah absen dalam berjihad dan sering menjadi panglima perang, meski pun di akhir perjalanannya beliau sempat diberhentikan sebagai panglima di tengah-tengah pelaksanaan tugasnya sebagai panglima perang oleh Khalifah Umar bin Khattab ra. karena khawatir kaum Muslimin lebih condong kepada Khalid bin Walid daripada kepada Khalifah sebagai pemimpin tertinggi kaum Muslimin. Mungkin kalo di dunia militer sekarang, Khalid bin Walid termasuk dalam jejeran perwira tinggi. Setingkat Jendral? Bisa jadi.  Dengan kemampuan dan pengalamannya, Khalid bin Walid bisa jadi Jendral.
Namun, ada hal menarik dibalik kemasyhuran Khalid bin Walid. Hal itulah yang menginspirasiku untuk tidak menyerah untuk menemukan cita-cita dan mimpi-mimpiku. Khalid bin Walid begitu bersemangat saat berjihad. Bahkan, beliau lebih memilih jihad daripada memiliki anak laki-laki. Beliau menghabiskan masa produktif kehidupannya di medan perang. Kenapa? Kenapa beliau begitu mencintai jihad? Kenapa beliau begitu terobsesi dengan jihad? Ya, beliau punya cita-cita. Cita-cita yang dimiliki oleh sebagian besar kaum Muslimin saat itu. Mati syahid. Khalid bin Walid bercita-cita untuk menjadi seorang syuhada. Khalid bin Walid percaya bahwa satu-satunya cara menebus dosa-dosanya di masa lalu, termasuk dosa saat Perang Uhud adalah dengan mati syahid. Sejak masuk Islam, cita-cita itu menjadi tujuan yang terus berusaha ia wujudkan. Beliau selalu bersemangat ketika panggilan jihad berkumandang bahkan beliau berkali-kali memimpin perang yang tak sekali pun kalah. Khalid bin Walid selalu memenangkan peperangan dan beliau tidak pernah kehilangan kepercayaannya kepada apa yang ia cita-citakan. Demi cita-citanya itu, Khalid bin Walid bukan tidak meninggalkan bekas luka pada tubuhnya. Justru sebaliknya, beliau memiliki puluhan bekas luka akibat perang di tubuhnya. Namun, takdir Allah berkata lain. Semua yang belajar sejarah Islam pasti tahu bahwa Khalid bin Walid tidak meninggal di medan perang. Beliau meninggal di tempat tidurnya karena sakit. Sebagai manusia, beliau tentu saja kecewa. Beliau bercita-cita sebagai syuhada namun beliau justru meninggal karena sakit. Dengan perjuangan yang berdarah-darah, pada akhirnya Khalid bin Walid gagal mewujudkan cita-cita terbesar dalam hidupnya. Namun, Allah selalu punya ibrah di balik setiap episode kehidupan. Khalid bin Walid memang tidak syahid. Allah menyiapkan skenario terbaik untuknya. Allah memberikannya kemasyhuran dan menjadikan kisahnya pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya. Allah menjadikannya sebagai salah satu panglima terbaik yang membela dan meninggikan agama-Nya. Allah membanggakannya sebagai salah satu tentara terbaik-Nya. Bahkan Allah menganggapnya sebagai syuhada sekali pun beliau tidak meninggal saat berjihad. Ya, Khalid bin Walid adalah satu-satunya syuhada yang tidak meninggal di medan jihad. Beliau adalah syuhada di sisi Allah. Dan beliau adalah salah satu pahlawan terbaik sepanjang sejarah peradaban kaum Muslimin.
Hal yang kupelajari dari kisah Khalid bin Walid ra. adalah tentang cita-citanya. Awalnya Khalid bin Walid bercita-cita untuk membebaskan dirinya dari dosa kekufuran di masa lalu. Khalid bin Walid ingin memperbaiki kesalahannya. Namun, kemudian cita-cita itu tidak saja menjadi hal yang berarti bagi dirinya, tetapi juga bagi Islam dan kaum Muslimin bahkan di generasi setelahnya. Khalid bin Walid melakukan sesuatu yang besar bagi Islam dan kaum Muslimin dengan cita-citanya menjadi seorang syuhada. Beliau bahkan menjadi panglima terbaik di masanya dan menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya. Kepahlawanan dan keyakinannya akan cita-citanya membuatku banyak belajar. Setidaknya ada beberapa hal yang bisa kuambil dari kisah Khalid bin Walid. Pertama, mimpi dan cita-cita akan sangat egois jika hanya didedikasikan untuk diri sendiri. Cita-cita akan menjadi berarti saat cita-cita itu juga memberi efek kebaikan bagi orang lain. Dan yang tidak boleh terlupa adalah cita-cita harus berlandaskan Islam dan sesuatu yang akan berguna bagi Islam dan kaum Muslimin di masa depan. Siapa saja kaum Muslimin yang percaya bahwa kebahagiaan ada di dalam Islam sudah semestinya menjadikan Islam sebagai landasannya dalam bermimpi dan merangkai cita-cita. Kedua, jangan pernah menyerah pada cita-cita. Setiap yang dicita-citakan pasti memiliki resiko, salah satunya luka dan rasa sakit. Tapi, tidak peduli seberapa pun rasa sakit dan luka yang didapatkan, teruslah bercita-cita dan teruslah berusaha mewujudkannya. Ketiga, meski pun suatu saat cita-cita itu tidak tercapai, yakinlah bahwa Allah akan selalu menyiapkan skenario terbaik-Nya untuk kita karena Allah selalu tahu yang terbaik untuk Hamba-Nya.
Jika saat ini aku belum bisa menemukan apa yang kuimpikan dan kucita-citakan, aku akan terus percaya bahwa Allah telah membentangkan jalan di hadapanku untuk kulalui dan tidak peduli seberapa jauh jalan itu, Allah pasti akan menuntunku kepada cita-citaku dan suatu hari aku akan menemukannya. Tugasku sekarang adalah berusaha dengan segala kemampuanku untuk menemukannya.

Kendari, 1 Rabiul Awal 1438 H. December 1st 2016. 07:27 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s