Pada Akhirnya

Entah ada angin apa saya jadi tiba-tiba nulis postingan super “mellow” begini. Tapi, ya sudahlah. Semoga bisa diambil ibrahnya ^_^ (Sebelum pada salah paham, saya ingin meluruskan dulu bahwa postingan ini bukan posting ala-ala “kode” keras. Saya hanya terpikir saja mengingat di luar sana masih banyak perempuan seumuran saya yang galau soal beginian. Ya, ini bagian dari bentuk kepedulian –kalau tidak mau disebut keprihatinan– kepada mereka dan mungkin bisa jadi pengingat bagi saya suatu hari nanti agar saya gak ikutan galau. Selain itu, saya juga bingung mau nulis apa karena ini project pribadi saya untuk mulai nulis lagi, jadi ya udah angkat topik ini aja mumpung kepikiran hehehe).
Bulan Mei lalu sepupu saya melangsungkan pernikahan. Waktu kecil kami cukup dekat, namun karena satu dan lain hal akhirnya sekarang tidak begitu dekat lagi (tapi dia ngundang saya pas nikahannya kok, sayangnya saya gak bisa hadir waktu itu hehehe). Pas lihat suaminya saya kaget. Wah, suaminya di luar ekspektasi saya. Sepupu saya yang lain juga punya kasus serupa tapi tak sama dengan sepupu saya yang tadi. Tapi, yang akan saya bahas sepupu saya yang baru menikah beberapa bulan lalu itu.
Sepupu saya itu cantik dan sejak SMP udah pacaran. Yang paling lama adalah pas SMA. Best couple in the school gitu ceritanya. Saya pikir udah bakalan sama itu soalnya udah gimana banget. Udah deket banget. Eh, ternyata pas nikah juga sama yang satu sekolah tapi ternyata bukan pacarnya yang dulu. Pas lihat gitu saya langsung bayangin gimana dulu romantisme jaman sekolah. Saya cuma bisa istighfar. Dan alhamdulillah sepupu saya itu udah berhijab sekarang dan pastinya gak pacaran lagi dong. Dari situ saya mikir bahwa pada akhirnya hanya yang terbaiklah yang akan datang dengan cara terbaik. Hanya pria sejatilah yang berani datang kepada orang tua dengan cara baik-baik untuk melamar anak perempuannya. Pada akhirnya pria yang serius saja yang akan berani mengajak serius. Memang, masalah hati tidak bisa dipaksakan. Kadang kita pengen suka sama yang A,B,C,D, ini-itu, sana-sini tapi ujung-ujungnya malah suka sama yang gak dibayangkan. Meski pun mencintai itu juga sebuah pilihan.
So, untuk yang masih percaya bahwa pacaran adalah jalan untuk mendapatkan jodoh terbaik, saya katakan itu salah. Islam tidak mengajarkan seperti itu dan sudah terbukti pacaran itu lebih banyak mudharatnya. Atau kalau tidak pacaran, gak usah ngoding sana-sinilah atau curhat sana-sini. Cukup Allah saja yang tahu isi hati kita dan biarkan saja kita puas nyebut namanya dalam doa dan gak usah disebut dalam tulisan meski dengan label “kusebut namamu dalam doaku”. Dan yang pasti, karena mencintai itu adalah sebuah pilihan, maka setiap pilihan pasti ada resikonya termasuk resiko patah hati. Jika orang yang kita sukai tidak memiliki perasaan yang sama pada kita, terima saja dan yakinlah bahwa ada seseorang yang sudah Allah siapkan untuk kita. Tinggal kita aja mau move on atau gak. Semakin cepat semakin baik. Mau nangis dulu juga gapapa, toh nangis karena sedih atau patah hati manusiawi tapi jangan sampai berlarut-larut. Jatuh cinta itu fitrah kok. Patah hati juga fitrah. So, yakinlah bahwa pada akhirnya semua akan berjalan sesuai dengan episode yang sudah Allah buat skenarionya sedemikian rupa agar kita bisa meraih pahala sebanyak-banyaknya termasuk urusan hati.
Last but not least, saya pengen bilang sebaiknya perasaan gak usah diumbar-umbar apalagi kalo nunggu yang gak pasti. Siapkan diri (ikhtiar) aja sembari menanti waktu yang tepat bagi kita untuk bertemu dengan seseorang yang in syaa Allah adalah yang terbaik untuk kita.

Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Kendari, 17 Dzulhijjah 1437 H. 19 September 2016. 09:52 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

2 thoughts on “Pada Akhirnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s