Cantik Itu…. Relatip!

Semalam saya mengobrol dengan salah satu teman SMA. Saya tertarik menanyakan bagaimana dia bisa mengubah berat badannya (ini hal yang sensitif di kalangan kaum hawa tapi karena saya yang nanya jadi dia nyantai aja hehehe). Saya kaget dia bisa menurunkan berat badannya dengan penurunan yang signifikan hanya dalam waktu empat bulan. Waaah, bukan main, pikir saya.

Lalu, saat saya menceritakan tentang hal tersebut kepada teman-teman di rumah, musyrifah saya yang juga ikut menyimak hanya berceletuk, cantik itu relatip, Dit. Rela ditipu. Saya ingin tertawa terbahak-bahak, tapi saya hanya menahan dan membalas dengan mengatakan, Waah beberapa hari ini saya terinspirasi terus dari Mbak 😀

Saya setuju. Cantik itu relatif. Relatip juga. Perempuan hari ini terobsesi dengan kata “cantik”. Entah kenapa? Saya juga bingung. Apa itu mungkin itu bagian dari upaya menunjukkan eksistensi diri? Tapi, saya yakin itu berasal dari naluri. Tidak jarang banyak perempuan yang rela ditipu oleh produk iklan. Pemutih ini, body lotion itu, shampoo sana, make up ini, dst.

Secara tidak sadar hari ini para perempuan sudah terjajah dengan produk-produk kecantikan tanpa memperhatikan value mereka sebagai seorang perempuan yang dimuliakan oleh Allah, khususnya para Muslimah. Tidak sedikit para Muslimah yang bangga mempertontonkan auratnya atau jika sudah menutup aurat mereka memoles wajahnya dengan make up, tanpa menyadari bahwa hal tersebut adalah bagian dari tabarruj yang diharamkan bagi mereka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Dunia adalah perhiasan. Sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim)

Dari hadist di atas, jelaslah bahwa Allah tidak melihat fisik, tetapi takwa. Dan para Muslimah juga harus berhati-hati karena di akhirat kelak kebanyakan isi neraka adalah perempuan. Maka perempuan harus benar-benar berhati-hati menjaga kehormatan mereka. Apalagi di tangan perempuanlah masa depan generasi dan peradaban manusia ditentukan.

Tulisan ini saya khususkan untuk diri saya sendiri sebagai pengingat bahwa bagaimana pun saya adalah perempuan. Siapa sih yang gak suka dibilang cantik? Siapa yang gak suka dipuji? Tapi, jangan biarkan pujian itu menelan jiwa kita dan menjadikan takabur serta tinggi hati sehingga lupa bahwa hati juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Tidak lupa saya sampaikan bahwa sistem yang diterapkan hari ini, yakni sistem Demokrasi-Kapitalis berpengaruh besar dalam membentuk sikap konsumtif dan obsesi kaum hawa untuk mengejar kata cantik sampai akhirnya mereka rela ditipu. Jadi, harus ada upaya untuk mengubah sistem hari ini dengan kembali kepada Syariat Islam di bawah naungan Khilafah karena hanya Islam yang mampu mencetak Muslimah taat syariat yang kelak menjadi ibu generasi.

Wallahu ‘alam bi ash shawaab.

Malang, 19 Mei 2016.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

2 thoughts on “Cantik Itu…. Relatip!

  1. Sip! Tapi di sisi lain, jgn lupa jg utk merawat diri *semampu kita*, krn itu merupakan pemberian Allah yg hrs kita jaga 🙂 *edisi ngobrol cantik sama temen dit haha*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s