Adikku dan Sahabatnya

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar istilah “Bromance”. Rasanya alay banget dah tuh istilah. Tapi, sepertinya bener juga. Ini cuma terjadi di kalangan cowok. Romantis yang hanya mereka sendiri yang ngerti, seperti adik saya dan sahabatnya.

Mereka bertemu saat kelas 1 SD. Entah bagaimana ceritanya mereka akhirnya berteman dan keduanya seringkali jadi bulan-bulanan. Seperti lingkungan pertemanan anak laki-laki pada umumnya, mereka menjadi sasaran pem-bully-an. Mereka memang bukan tipikal anak yang terlihat jagoan dari awal. Mereka hanya anak pemalu dan masih mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan. Adik saya yang semasa TK menjadi korban bully, harus mengalami pem-bully-an untuk kedua kalinya. Namun, sepertinya bersama seorang teman semua tidak akan terlalu berat dan entah bagaimana ceritanya mereka akhirnya bisa survive dari masa-masa kelam tersebut. Sayangnya, menjelang kelas 3 SD, adik saya harus pindah sekolah karena Bapak dipindah tugaskan ke ibu kota provinsi yang jaraknya 6 jam dari kota kabupaten tempat kami menghabiskan masa kanak-kanak kami itu. Setelah itu, mereka pun berpisah.

Saya lagi-lagi tidak mengerti saat mereka akhirnya kembali bertemu belasan tahun setelahnya. Meski berbeda kota, namun mereka sangat dekat via media online. Kebetulan saya sering melihat status adik saya bertebaran dan beberapa kali statusnya menyebut-nyebut sahabatnya itu. Nyaris tak ada yang berbeda kecuali tinggi badan mungkin. Mereka tetaplah sama seperti dulu. Tetap bersahabat, saling menggoda selayaknya sahabat dekat, perang status sampai membicarakan tentang tipe ideal (dan parahnya ini diekspos via status. Fiewh, dasar cowok-cowok ababil, pikir saya). Namun, begitulah romantisme di kalangan para cowok, pikir saya. Perlahan saya pun mengerti, kenapa istilah bromance hanya ada pada pria saja 😀 Mereka sangat loyal dan setia. Saking setianya mereka akan selalu saling mendukung dalam keadaan apapun meski jarang diungkapkan. Mereka jarang melibatkan perasaan tapi nuansa romantis itu tetap mengena. Persahabatan idaman saya sejak dulu (sayangnya ini sulit diterapkan di kalangan perempuan :P)

Tapi, ada pengecualian. Ini tentang saya dan dua sahabat maya saya bernama Zico dan Rossie (Nama panggilan khusus dari saya. Mereka juga punya panggilan khusus buat saya, yaitu Didit atau Adit :D) Entah kenapa saya bisa merasakan suasana bromance pada dua orang itu. Zico dan Rossie sudah bersahabat sejak kuliah. Kebetulan saya kenal Zico dan Zico ngenalin saya ke Rossie. Jadilah saya bersahabat sama dua orang itu. Sekarang kita bertiga berada di kota yang berbeda. Saya di Malang, Zico di Bandung, Rossie di Lampung. Persahabatan Tiga Kota dan Bromance-nya menyebar kemana-mana. Lucu aja rasanya bisa punya teman yang klop dalam beberapa hal tertentu. Percakapan yang biasa tapi sarat makna. Percakapan yang hanya bisa saya lakukan di hadapan mereka berdua. Mungkin karena kita punya tipe yang sama. Sama-sama rada “boyish” hehehe (tapi kita tetap perempuan tulen, kok :D) Entahlah kalo ketemu bakal kayak gimana ramenya. Apalagi kalo beberapa orang yang lain join, macam Ajeng, eL, Chai, Maryam, mungkin bakal cetar membahana itu obrolannya sampe kemana-mana 😀

Saya menanti hari dimana saya bisa bertemu langsung dengan mereka, khususnya dengan dua orang itu, Zico dan Rossie (tentunya sama yang lain juga yang belum ketemu, khususnya eL). Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa kenal sama mereka. Meski kenalnya dari dunia maya, tapi sejauh ini persahabatan kami worth it banget (in syaa Allah). Tentu saya juga berterima kasih karena dakwah akhirnya saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa seperti mereka.

Chingu ya, bogoshipta. Allah-reul wihae saranghanda!

Malang, 4 Mei 2016. 09:53 PM. Untuk dua orang (dari sekian banyak) yang saya rindukan.

BGM-Good Day by 방탄소년단 (BTS)

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

4 thoughts on “Adikku dan Sahabatnya

    1. Hehe saya juga gak tau kalo di kalangan cewek nyebutnya apa. Saya baru tau bromance aja. Sisterhood goals kali ya? Klo sismance jangan dibaca ala Indonesia Sis-man-ce, tapi sismens kayak bromens 🙂 Ntar kalo udah ada istilahnya mungkin saya posting lagi ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s