Belajar dari Rumah Binaan (RUBIN)

Sejauh apapun kita pergi, rumah adalah tempat kita kembali. Saya setuju dengan kalimat itu. Secara fisik, saya memang jauh dari rumah. Hampir enam tahun saya berada di perantauan. Tapi, sebenarnya saya tidak benar-benar merasa jauh dari rumah karena di sini saya punya rumah. Rumah kedua saya. Rumah binaan tempat saya tinggal dan belajar menjadi dewasa selama enam tahun terakhir.

Saya banyak belajar dari rumah binaan. Rumah binaan seperti pesantren bagi saya, meski tidak seketat pesantren aslinya. Saya membentuk banyak kebiasaan baik selama berada di rumah binaan. Meski hidup bersama tidak selalu mudah. Tidak mudah untuk saling memahami. Selalu ada konflik, kesalahpahaman, sesuatu yang harus ditahan, menentukan timing untuk berdiskusi, menghalau semua rasa malas dan baper serta sederet hal-hal yang mungkin akan sulit dilakukan. Maka tak jarang tidak banyak yang betah tinggal di rubin. Lebih banyak yang memilih nge-kost daripada tinggal bersama.

Bagi saya, tinggal di rubin memberi banyak pengalaman. Saya terbiasa melakukan kebaikan-kebaikan sederhana. Tanpa saya sadari, saya yang dulunya pemalu, tertutup dan tidak percaya diri menjadi seseorang yang lebih ceria dan supel. Saya terbiasa berbagi dan senang berbagi. Saya terbiasa bercerita dan senang berdiskusi. Saya terbiasa bangun pagi dan melakukan kegiatan rumah tangga seperti bersih-bersih bahkan memasak (meski sekarang sudah jarang sejak kompor gas rusak hehehe). Saya terbiasa untuk membaca Al Qur’an setelah sholat Subuh, Maghrib dan Isya’. Kenapa? Karena semua orang di rubin melakukannya. Saya terbiasa puasa Senin-Kamis karena semua orang di rubin melakukannya. Saya belajar untuk istiqomah sholat Dhuha dan Tahajud karena orang-orang rumah juga melakukannya. Saya terbiasa mengontrol ketamakan saya terhadap hal-hal mubah karena orang di rubin menasehati saya untuk tidak sering-sering melakukannya. Saya belajar untuk tidak mudah marah dan tersinggung. Saya belajar untuk memahami orang lain. Saya belajar untuk berkomunikasi. Saya belajar menjadi pendengar. Saya belajar tegas dan disiplin. Dan semua itu saya dapatkan di rubin.

Meski beberapa waktu saya merasa tidak enak karena zona nyaman saya selalu terganggu (karena rubin nyaris tidak ada privasi) tapi saya lega karena saya tahu teman-teman sangat peduli pada kebaikan saya. Kadang saya juga ingin sendiri, tapi saya tidak bisa lama-lama. Dan saya bersyukur karena saya tidak benar-benar kesepian. Kadang saya merasa saya kurang beruntung, tapi dari cerita teman-teman rubin dan melihat kehidupan teman-teman yang lain saya belajar untuk bersyukur dan ikhlas dengan hidup saya. Saya belajar tentang kebahagiaan dan cinta yang harus dibagi kepada semua orang. Saya belajar tentang kehangatan dalam senyuman dan kebersamaan. Saya belajar tentang cita-cita dan harapan yang ingin diwujudkan bersama-sama. Semua saya dapatkan di rubin. Maka saya tidak pernah menyesal tinggal di rubin.

Sedikit hari lagi saya akan kembali ke kampung halaman. Sedikit hari lagi saya akan kembali ke rumah. Harapan saya sangat besar agar saya tidak sama seperti saat saya datang ke sini dulu. Saya berharap apa yang saya pelajari selama di rubin tetap menjadi kebiasaan sekalipun telah berada di rumah. Saya berharap tidak lagi menjadi anak manja yang menyusahkan orang tua. Saya berharap bisa menunjukkan kepada orang tua bahwa saya telah belajar mandiri dan saya bisa diandalkan.

Tidak ada kata yang mampu mewakili rasa terima kasih saya kecuali jazakumullah khairan katsir kepada seluruh teman-teman di rubin, baik di Rubin Fastabiqul Khairaat maupun Khairunnisa 1453. Tinggal di rubin telah mengajarkan banyak hal kepada saya. Hal yang tidak mungkin akan saya dapatkan di tempat lain. Teman-teman, uhibbukum fillah ^^

Malang, 26 April 2016. 08:55 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s