Pelajaran Kemarin

Dua hari yang lalu saya mendapat banyak pelajaran. Banyak nasehat. Banyak renungan. Dari kisah Nusaibah ra. sampai pertemuan saya dengan seorang dosen yang beberapa waktu ini jarang saya temui. Setiap minggu saya meluangkan waktu untuk bertemu dosen dalam rangka berdiskusi terkait permasalahan hari ini dan bagaimana Islam mampu memberikan solusi tuntas dari seluruh permasalahan tersebut sembari bersosialisasi tentang gerakan dimana saya menjadi bagian di dalamnya, Hizbut Tahrir.

Beliau memberi banyak pesan, khususnya karena beliau juga seorang aktivis pergerakan, terutama tentang kejadian yang menimpa teman-teman saya beberapa waktu yang lalu saat menyebar flyer tentang “Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”.  Saya belajar banyak dari nasehat dan pengalaman beliau. Dibandingkan dengan beliau, saya belum ada apa-apanya. Beliau juga sudah mengalami banyak asam-garam dalam dakwah. Meski dakwah kami berbeda platform, dimana-mana dakwah tetaplah sama. Tetap banyak tantangannya.

Saya belajar bahwa metode dakwah itu bisa jadi berbeda antara satu gerakan dengan gerakan lainnya. Namun, selama kita mencari persamaan maka perbedaan tidak akan menjadi masalah besar. Selama ini pergerakan Islam terlalu fokus pada perbedaan sehingga mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Islam. Padahal jelas, musuh bersama kaum Muslimin adalah orang-orang kafir, bukan sesama Muslim.

Saya mengerti keprihatinan beliau tentan dakwah kami yang mungkin berbeda karena dianggap ekstrim. Mengganti sistem dan menegakkan kembali negara yang menerapkan sistem Islam. Bagi sebagian orang, hal itu terlalu besar dan amat sangat idealis. Langkah yang besar tentu resikonya juga besar. Tapi, setiap pilihan akan selalu beresiko dan saya tetap yakin dengan apa yang saya perjuangkan. Saya tidak menyalahkan beliau sepenuhnya, tapi berbicara masalah perubahan tentu tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut pandang.

In syaa Allah dengan diskusi yang intensif, kesepakatan itu dapat diraih. Satu hal yang harus diyakini bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Aturan-aturan islam yang harus kita terapkan bukan karena egosentris diri atau hal yang sifatnya tendensius. Semua itu karena memang setiap Muslim harus terikat dengan Syariat dimanapun dan kapanpun termasuk dalam kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, bagaimanapun kondisi dan tantangan yang akan dihadapi, perjuangan untuk melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah harus terus dilakukan dengan istiqomah. Saya pikir harus ada yang melakukannya. Oleh karena itu, saya memilih berdakwah dengan metode ini. untuk itulah kami bergerak dan berjuang. Kami tidak berharap apapun selain terwujudnya kehidupan islam yang akan mewujudkan rahmat bagi semesta alam. Kami meyakini hal tersebut akan terwujud dengan berdirinya Khilafah Islamiyah yang menyatukan seluruh negeri-negeri kaum Muslimin, menerapkan aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan akan menebar dakwah ke seluruh penjuru alam sebagaimana Allah SWT berfirman:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku.Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS an Nuur [24]: 55)

Malang, 23 April 2016. 08:04 AM. Pembukaan Muktamar Tokoh Umat.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s