Press Conference

         Dit, kenapa ganti akun?

        Mbak Dit, ganti akun?

        Kak, kok ganti akun?

        Ganti akun, Jeng?

        Pertanyaan-pertanyaan itu terlontar sesaat setelah saya login di Instagram dengan username berbeda. Saya sendiri pun tidak menyangka saya bakal ganti akun Instagram. Akun Instagram saya dua tahun yang lalu terpaksa saya ganti karena ulah tangan saya sendiri. Keisengan berbuah keasingan, kata salah seorang mbak, hehehe. Entah kenapa saya suka bereksperimen dengan software dan aplikasi, baik laptop maupun smartphone. Dan setelah semalam bereksperimen akhirnya dipastikan akun saya sudah tidak bisa digunakan meskipun masih bisa dilacak di Instagram. Bolak-balik uninstall trus diinstall lagi. Reset password juga sudah, tapi tetap aja gak mau login. Akhirnya, saya putuskan untuk ganti akun. Dan itu berarti saya harus mengulang semua dari awal. Kalau kata salah seorang teman saya, “mungkin kamu emang harus move on, Dit”.

Move on. Ungkapan itu sampai sekarang masih agak sulit saya cerna. Hmm, secara naluri mungkin. Terkadang ada hal yang berat untuk dilepaskan. Seperti akun Instagram saya sebelumnya. Melihat postingan yang sudah ratusan dan username yang tidak akan sama lagi bikin saya sedikit lemes. Tapi, alhamdulillah musyrifah saya mengingatkan untuk tidak terlalu cinta dengan dunia. Ya, Instagram itu cuma wasilah. Wasilah dakwah, wasilah networking, wasilah belajar, wasilah melihat dunia. Wasilah tidak masalah jika berbeda, asalkan metodenya tidak berubah.

Move on. Mungkin memang sudah saatnya saya meninggalkan lembaran-lembaran lama dan mulai dengan lembaran yang baru. Mengikhlaskan apa yang sudah lewat dan berlari menuju masa depan yang lebih baik. Allah Maha Tahu dan Dia selalu tahu yang terbaik. Mungkin hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi di balik itu pasti ada hal baik yang menunggu kita. There always be a good reason. Hal yang harus kita lakukan adalah bersyukur atas setiap pemberian Allah karena meyakini baik dan buruk itu datangnya dari Allah adalah bagian dari keimanan. Belum sempurna keimanan jika kita belum meyakini sepenuhnya apa-apa yang berasal dari sisi Allah.

Move on. Sudah cukup mengeluh. Sudah cukup meratap. Sudah cukup semua yang tidak berguna. Saatnya mencari jalan keluar dan menyambut pertolongan Allah. Bahagia itu bukan mencari apa yang tidak ada, tetapi bersyukur atas segala yang ada.

Selamat tinggal akun “diaryzki”. Biarlah akun itu menjadi saksi perjuangan, saksi hidup dan saksi dari apa yang sudah terlewati. Biarlah gambar-gambar di akun itu mengabadikan semua kenangan dalam hidup saya selama dua tahun terakhir. Sudah saatnya saya kembali mengukir kenangan dengan akun yang baru, oreharu23. Let’s start again!

Malang, 18 April 2016. 11:03 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s