Untukmu yang Berjarak

Hei, bagaimana kabarmu?
Masihkah malam-malammu sepi tanpa celotehanku? Maafkan aku karena aku baru menemukan kepingan harta karun itu semalam saat aku menggali timeline SNS-mu.

Rasanya sudah lama sekali kita tidak menghabiskan malam dengan saling bercerita, mengirimkan voice note atau mengirimkan quote-quote penyemangat. Ada sedikit penyesalan karena sekarang semua seolah berlalu dan tak pernah ada yang terjadi. Padahal, kau tau kan kita dulu pernah menghadapi hal-hal yang kita sebut sebagai badai bersama-sama? Tangan kita saling bergenggam, doa kita saling berpeluk dan kita berusaha untuk selalu yakin bahwa badai itu akan berlalu.

Kemudian tahun berganti. Jarak yang dulu seolah tak ada perlahan kembali membentang. Ada satu hal di sudut pikiran kita yang mencegah jari kita untuk terulur satu sama lain, “sepertinya begini lebih baik”. Dan itu yang membuat kita perlahan menjauh. Kita takut saling menyakiti lagi.

Tapi, mungkin saja begitulah yang namanya hubungan. Tidak ada yang selalu manis. Terkadang kita harus merasakan asam dan bahkan pahit untuk menerima satu sama lain.

Hei kau yang berjarak, kuharap kau tetap percaya padaku bahwa aku tak berhenti menyayangimu sebagai salah satu teman terbaikku. Kerinduan yang membuncah untuk bertemu dan bercengkrama denganmu selalu kusimpan rapi di salah satu ruang dalam hatiku.

Mungkin aku terlalu kaku untuk sekedar bertanya, bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? Bagaimana kau melalui hari-harimu? Dan pertanyaan-pertanyaan lain. Tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk tetap menjadi temanmu. Teman yang bisa kau andalkan. Teman yang selalu memelukmu dengan doanya. Teman yang selalu berharap yang terbaik untukmu.

Bersahabat di jalan perjuangan memang tidak mudah. Kita harus selalu lebih kuat dan lebih tangguh. Aku tahu kau tak ingin membebani siapapun. Karena aku pun merasakan seperti itu. Namun, kita tidak boleh bahwa karena perjuangan inilah kita bersahabat. Jadi, tentu bukan sebuah kejahatan jika kita bisa berbagi.

Semoga kita bisa bertemu dalam waktu dekat dalam keadaan yang lebih baik. Aamiin…

Malang, 12 April 2016. 04:12 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

One thought on “Untukmu yang Berjarak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s