Squad Goals

Saya baru mendengar istilah ini beberapa waktu yang lalu. Hmm, agak sulit dijelaskan sih. Mungkin, saya akan menjelaskan lewat tulisan saya (semoga tidak membosankan :D).

Manusia memiliki sifat sebagai makhluk. Lemah, terbatas dan membutuhkan yang lainnya. Singkatnya, manusia gak akan bisa hidup sendiri. Meskipun begitu, di sisi lain manusia juga punya naluri mempertahankan diri. Naluri itu membuat beberapa tipe orang menjadi orang yang introvert dan lebih suka menyendiri atau individual. Atau ada juga orang yang berambisi ingin bisa di segala bidang. Atau seperti saya yang suka banyak hal sampai-sampai saking maruknya saya pengen bisa semuanya. Bukan tidak mungkin, hanya saja itu akan sulit dan resikonya juga besar. Salah satunya adalah menjadi orang yang individualis. Dan itu berbeda dengan orang yang mandiri (independen)

Ngomong-ngomong soal squad goal, saya baru mulai mengerti beberapa waktu ini. Ya, setelah teman-teman saya berkumpul di grup yang sama 🙂

Saya memiliki banyak bidang yang membuat saya tertarik. Namun, apa daya sepertinya saya memang tidak bisa menguasai semuanya apalagi dalam waktu singkat. Sampai sekarang, sepertinya saya masih sulit untuk mengumpulkan kesadaran saya dan menyerah bahwa saya tidak akan bisa sendiri.

Kemudian, Allah memiliki caraNya sendiri untuk mengajari saya tentang arti ikhlas, sabar dan ridho terhadap keputusanNya. Saya dipertemukan dengan mereka. Sahabat-sahabat saya dan juga tim dakwah saya di kampus. Dan tentu saja Allah mengajari saya dari apa yang saya alami, termasuk ketika menonton sebuah tayangan. Saya dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan pada bidang yang saya sukai namun saya belum memiliki kemampuan seperti mereka. Lalu, dari mereka saya belajar. Sekali pun saya belum mempraktikkannya, saya punya informasi yang menjadi bekal jika di hari kemudian saya memutuskan untuk memilih salah satu bidang tersebut untuk saya tekuni.

Pelajaran besar bagi saya yang masih suka “maruk” adalah bahwa saya harus belajar untuk menentukan pilihan dengan segala resikonya dan memikirkan matang-matang pilihan tersebut. Saya manusia biasa dan saya punya kelemahan. Maka, saya tidak akan mampu melakukan semuanya sendiri. Maka saya butuh sahabat. Saya butuh tim. Merekalah yang akan membantu saya belajar. Merekalah yang akan mengingatkan saya ketika saya salah atau lupa. Mereka yang akan menarik tangan saya jika saya terhempas dari jalan kebenaran. Mereka juga yang akan membuat saya selalu mencintai Allah karena sejatinya mereka adalah hadiah dari Allah untuk saya. Hadiah yang takkan pernah bisa saya tukar dengan apapun di dunia ini. Sahabat dalam ketaatan, itulah yang terpenting bagi saya.

Tim yang hebat bukanlah tim yang mengumpulkan orang yang hebat di semua bidang. Tapi, tim yang hebat adalah tim yang terdiri dari orang-orang yang memiliki kelebihan di masing-masing bidang yang dibutuhkan oleh tim tersebut untuk meraih tujuannya. Tentu, setelah mereka menguasai kemampuan dasar yang dibutuhkan tim itu.Singkatnya, itu yang saya pahami sebagai squad goal.

Dalam urusan dunia saja butuh tim, tentu untuk meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi akan lebih butuh. Jazakumullah khair teman-teman. Uhibbukum fillah ^_^

Malang, 4 April 2016. 09:30 AM. Welcoming Monday.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s