Power

Saya baru saja selesai menonton sebuah drama. Jarang-jarang saya nangis pas nonton. Hanya ada beberapa drama yang bikin saya nangis, salah satuny adalah drama ini.

Drama ini bercerita tentang seorang penyanyi yang sedang naik daun tapi memiliki masalah dengan pendengarannya bernama Yoon Shi Woo dengan putra seorang konglomerat blasteran China-Korea bernama Wang Chi Ang. Dua orang dengan keangkuhan dan kesombongan yang tinggi, temperamen dan tidak mau kalah satu sama lain.

Secara tidak sengaja mereka bertemu lagi di sebuah sekolah rahasia yakni Moorim Instute. Di sanalah dua anak muda ini belajar tentang kehidupan yang membawa mereka ke masa lalu masing-masing.

Saya tertarik dengan tokoh Wang Chi Ang. Karena second lead dimana-mana harus menerima kenyataan kalo cerita di dalam drama emang buat first lead hehehe. Saya pun pernah mengalami hal yang sama dengan Wang Chi Ang. Ya, sedikit banyak. Untungnya di akhir Wang Chi Ang sadar dan mau berkorban untuk persahabatannya dengan Yoon Shi Woo. Menurut saya, Wang Chi Ang berhasil “menyemai hati yang selesai” dan menundukkan egonya. Dan karena itulah dia benar-benar bisa bahagia. Mempertahankan persahabatannya dengan Yoon Shi Woo dan akhirnya bersama dengan Hwang Seon Ah. Terlepas dari beberapa kekurangan dalam drama ini, saya cukup mengapresiasi karena pesannya tidak benar-benar hilang.

Sebagian besar kekacauan terjadi karena manusia memiliki naluri untuk mempertahankan dirinya. Naluri itu yang mendorongnya untuk menguasai yang lainnya. Banyak orang yang mencari kekuatan berupa kekuasaan. Kekuasaan bisa didapat dengan harta dan tahta. Sehingga hari ini banyak ditemui para pemilik tahta yang berkolaborasi dengan para pemilik harta. Dengan itu mereka berpikir mampu memiliki apapun termasuk membeli dan menguasai cinta.

Kekuatan yang dikejar atas nama egosentris manusia akan menunjukkan ketamakan manusia. Mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya dengan mengorbankan apapun. Bahkan mereka rela menurunkan derajat kemuliaan mereka sebagai manusia. Allah sudah banyak memperingatkan di dalam Al Qur’an tentang hal tersebut.

Pada akhirnya, jika manusia melihat lekat ke dalam dirinya dan bercermin dengan sungguh-sungguh, maka kekuatan itu akan kita temukan dalam diri kita. Kita akan kuat setelah menjalani berbagai tantangan dan ujian dalam kehidupan. Kekuatan itulah yang akan kita gunakan untuk melindungi sesuatu yang berharga. Islam, kaum muslimin dan umat manusia.

Namun, tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada negara yang mampu melindungi banyak orang dalam satu waktu. Tentu di atas itu ada Allah Yang Maha Perkasa. Namun, Allah menjadikan Rasulullah dan para Khalifah dulunya sebagai pelindung umat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Imam (pemimpin) adalah perisai dimana kalian berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya. Maka, jika ia memerintah dengan takwa maka baginya ada pahala dan jika dia memerintah dengan selainnya maka ia akan mendapatkan dosanya (HR. Muslim)

Khilafah yang sering diragukan dan dicemooh dengan alasan akan memicu perpecahan sesungguhnya adalah kekuatan yang akan mampu memberi perlindungan. Khilafah adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh umat manusia. Karena sejatinya kekuatan adalah untuk melindungi bukan untuk menzhalimi.

2016.03.10

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s