Apa Kabar?

Apa kabar? Pagi ini aku bangun dalam keadaan merindukan kalian. Orang-orang luar biasa. Orang-orang spesial yang mengajariku banyak hal dalam hidup ini.

Apa kabar? Mungkin aku jahat karena jarang bertanya. Tapi, bukan karena aku tidak peduli pada kalian. Dan mungkin saja memang aku kurang bersyukur makanya Allah cabut nikmat yang dulu pernah kurasakan.

Apa kabar? Semoga kalian sehat. Semoga kalian senantiasa dalam keimanan yang kokoh kepadaNya. Semoga kalian senantiasa terjaga dalam ketaatan. Semoga dakwah ini masih menjadi yang utama dalam hidup kalian.

Maafkan aku karena jarang bertanya. Pun jika kita berada dalam satu kota, aku tak mengunjungi. Atau bahkan hanya sekedar menanyakan apa kabar via sms atau sosmed. Maafkan aku karena belum bisa menjadi teman yang baik untuk kalian.

Tapi, aku sangat merindukan kalian. Merindukan saat aku melihat sosmed dan kutemukan tulisan bahwa salah satu dari kalian sedang menungguku pulang. Merindukan saat aku tahu bahwa ada yang begitu menghargai keberadaanku. Merindukan saat kita bercerita tentang banyak hal. Merindukan saat aku memeluk kalian dan menangis. Aku merindukan saat kita tertawa bersama. Merindukan semuanya.

Namun, inilah jalan perjuangan. Di bawah langit yang sama pun takkan selalu bisa sama. Kita punya amanah masing-masing. Kita punya masalah yang mungkin harus segera kita selesaikan. Kita punya banyak hal yang harus kita kerjakan. Dan mungkin karena itu kita seolah semakin jauh satu sama lain. Tapi, aku tidak ingin bersedih karena itu. Mungkin, aku menangis karena larut dalam kenangan. Menyesal atas kurangnya rasa syukurku atas keberadaan kalian. Tapi, setidaknya Allah masih memberiku ingatan sehingga aku tidak lupa nama dan wajah kalian satu per satu. Setidaknya aku masih ingat dan masih bisa menyebut nama kalian dalam do’aku. Meski aku sering lupa menyebutkannya.

Semoga Allah selalu menjaga kalian. Melindungi kalian dan mengistiqomahkan kalian di jalan ini. Karena jalan perjuangan ini sungguh sulit. Tidak banyak yang bisa bertahan di dalamnya. Karena kita sudah berjanji untuk menukar kesenangan dunia dengan kesulitan. Kita sudah memilih kesulitan dunia untuk ditukar dengan surga. Salah satunya adalah jalan perjuangan ini.

Kuharap kalian tidak berhenti untuk terus berproses menjadi yang terbaik di sisi Allah. Menjadi yang terbaik dalam dakwah. Semoga suatu saat kita bisa menjadi lebih baik dari sekarang.

Maafkan karena aku belum bisa menjadi teman yang baik untuk kalian. Yang meluangkan waktu untuk bertanya, “apa kabar?” dengan benar. Kadang, aku juga masih melupakan kalian dalam doa-doaku. Padahal, bisa jadi doa kalian lebih banyak untukku.

Ya Allah, jagalah sahabat-sahabatku. Jangan tinggalkan mereka sendirian dalam kegalauan dan kegelapan dunia. Hidupkanlah hati mereka dengan ingatan akan ke-Maha-anMu. Engkaulah satu-satunya yang kuharapkan untuk bisa menjaga mereka. Berikanlah kebaikan dalam hidup mereka dengan Islam. Jadikanlah mereka sebagai bidadari-bidadari dunia yang akan Engkau angkat derajatnya di hari kemudian. Jagalah mereka untukku.

Kumohon, jagalah mereka untukku…

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s