Merdeka (!!!) atau Merdeka (???)

Sebenarnya tulisan ini akan menjadi tulisan penutup dari trilogi “Generasi” yang hendak saya buat. Tapi, apa daya karena keterbatasan waktu dan deadline yang tidak jelas, akhirnya tulisan ini saya posting lebih dulu, berhubung masih dalam suasana HUT kemerdekaan RI yang ke-70.

Bulan Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi rakyat Indonesia (tiba-tiba jadi serius). Kenapa? Pasalnya, di bulan ini tepatnya pada tanggal 17, diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Tepat 70 tahun yang lalu, Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama Indonesia yang juga sering disebut-sebut sebagai founding father. Setelah mengalami penjajahan oleh Jepang, akhirnya Indonesia merdeka setelah Jepang menyerah pada Sekutu pasca Perang Dunia II (begitulah kira-kira yang saya baca dari buku sejarah sekolah. Lebih lengkapnya silahkan cari sendiri ya :D) Setiap tanggal 17 Agustus suasana tiba-tiba jadi lebih semarak. Tidak kalah semarak dengan Ramadhan dan Idul Fitri. Bendera merah putih berkibar dimana-mana dengan atribut bermacam-macam. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Tapi, intinya semua rakyat berpesta pada momen tersebut. Ada lomba makan kerupuk, balap karung, panjat pinang dan sederet lomba-lomba lainnya. Pun tidak ketinggalan ada pengajian dan tasyakuran memperingati hari kemerdekaan.

Namun, di tengah euforia kemerdekaan, saya membatin. Apa benar kita sudah merdeka? Mungkin benar, kita sudah tidak terjajah secara fisik. Tidak ada suara rudal dan pesawat tempur di atas langit Indonesia. Tapi, di bawahnya? Kita terjajah dalam bentuk lain. Kita terjajah dengan 3 F, yakni food, fun & fashion. Di laut minyak kita dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Di perut bumi, gas alam, tambang emas, perak, tembaga dan sebagainya pun dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Lebih miris lagi, ternyata tidak banyak yang menyadari bahwa semua itu adalah bentuk penjajahan. Justru banyak yang membela perusahaan-perusahaan yang kaya dan gendut dari hasil kekayaan alam negeri ini. Ditambah lagi dukungan yang besar dari pemerintah yang sedang berkuasa menambah pongah tingkah para pebisnis kelas dunia itu.

Lalu, apa definisi merdeka? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bebas dari perhambaan atau penjajahan, berdiri sendiri dan tidak terikat atau tidak bergantung pada pihak tertentu. Lalu, jika seperti itu apakah negeri ini dikatakan sudah merdeka? Dari fakta yang ada tentu bisa dijawab sendiri. Karena sejatinya kemerdekaan adalah merdeka dari segala bentuk penghambaan kepada siapapun yang tidak berhak disembah kecuali satu, Allah azza wa jalla. Tidak hanya Indonesia, tapi seluruh negeri di dunia ini pun belum benar-benar merdeka. Kenapa? Karena seluruh negeri di dunia hari ini sedang menggantungkan diri kepada pihak yang tidak layak disembah, yaitu Barat dengan ideologi Kapitalisnya.

Lantas, dengan apa kemerdekaan hakiki bisa diraih? Tidak lain dan tidak bukan kembali kepada aturan Sang Pencipta alam semesta, Allah SWT. Kembali kepada SyariatNya yang mulia. Sungguh, Islamlah satu-satunya ideologi yang mampu membebaskan negeri-negeri di dunia berikut manusia yang ada di dalamnya dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Pencipta materi tersebut, yakni Allah SWT.

Last but not least, saya ingin mengutip pernyataan Saad bin Abi Waqqash dalam dialognya dengan panglima tentara Persia, Rustum, jelang Perang Al Qadhisiyah.

“Sesungguhnya Allah telah memilih kami untuk membebaskan hamba-hambaNya yang Dia kehendaki dari pemujaan berhala ke pengabdian kepada Allah, dari kesempitan dunia ke keluasannya dan dari kezhaliman penguasa ke keadilan Islam. Maka dari itu, siapa yang bersedia menerima itu dari kami, kami menerima pula kesediaannya dan kami akan membiarkan mereka. Namun, siapa saja yang memerangi kami, kami akan memerangi pula mereka hingga kami mencapai apa yang telah dijanjikan Allah…!”

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Wallahu ‘alam bi ash shawwaab

Shelter, 20 Agustus 2015. 05:31 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s