Era Digital

Perpustakaan adalah salah satu tempat favorit saya sejak SD. Ya, sejak saya tergila-gila dengan buku cerita saya jadi senang banget sama tempat yang satu ini, bahkan sampai sekarang saat saya sudah menjadi mahasiswi paling akhir (eh :D).

Sudah beberapa waktu sejak saya tidak masuk ke perpustakaan kampus. Paling banter ke perpus fakultas (karena aksesnya mudah, gak perlu registrasi dan makan ongkos haha) sama ke perpus fakultas tetangga (itung-itung ngeceng, cuci mata lihat buku-buku politik super tebal sampe buku teori sosiologinya Max Weber yang bikin puyeng) dan ke perpus kota (yang saya suka suasananya :D) Namun, karena satu dan lain hal saya akhirnya tetap harus ke perpustakaan universitas. Dengan rizki yang cukup (alhamdulillah) saya registrasi ulang KTM saya yang sudah usang itu dan akhirnya saya resmi deh jadi anggota perpus universitas (padahal time limitnya tinggal 3 bulan lagi).

Eng ing eng….!! Ada yang berbeda dengan mekanisme masuk perpus kali ini. Beda dengan tahun sebelumnya. Kalo dulu pake KTP segala. Kalo sekarang, sekali masukin kode di barcode reader, data kita langsung otomatis keluar. Coba aja gak jaim, saya udah mangap kali pas lihat itu. Dalam hati saya jadi pengen kuliah di ilmu perpustakaan, karena kata adik-adik ngaji saya, ilmu perpustakaan gak belajar sortir manual lagi, tapi belajar programming. Anak IT secara gak langsung. But still, that’s cool. Jjangida!

Ngomong-ngomong soal input digital, saya jadi berpikir semakin hari dunia ini semakin canggih. Gak perlu repot-repot kayak dulu lagi. Dan karena itu saya jadi terpikir statement orang-orang soal penyatuan negeri-negeri kaum muslimin di bawah naungan Khilafah bahwa menyatukan itu sulit apalagi dengan wilayah mencapai 2/3 belahan dunia. Gimana nanti menjalankan roda pemerintahan, mengatur rakyat, bla bla bla? Dan saya sampai pada satu kesimpulan, itu akan sangat mudah di era digital saat ini. Buktinya, dengan KTM aja saya bisa menjelajah perpustakaan. Masa gak bisa dengan KTP bisa jadi kartu identitas seumur hidup bagi seluruh warga negara Khilafah? Zaman udah canggih. Sekali gesek, udah bisa bikin sensus penduduk dengan data super lengkap. Penghasilan berapa, pekerjaan apa sehingga tahu apakah dia termasuk dalam 8 ashnaf yang berhak menerima zakat atau tidak. Selain itu, bisa juga input untuk data kartu keluarga, siapa mahromnya dan silsilah keluarganya sehingga tidak repot soal warisan dan soal siapa yang akan menanggung nafkah. Pelaporan para pemimpin daerah pun gak bakal lama kalo pake surat doang itupun diantar naik kuda. Pake email 3 detik udah bisa langsung nyampe dan download gak sampe 5 menit. Kalo mau ketemu Khalifah juga gak susah, bisa pake video call, dsb. Jihad pun gak mungkin cuma pake kuda, pedang, panah sama tombak. Bisa aja pake pesawat alien yang digerakkan pake komputer. Itu sih Cuma gambaran kecil aja. Belum kalo bener-bener diterapkan. Saya optimis Khilafah akan mampu menjadi negara no.1 di dunia yang akan melindungi umat manusia dari perampasan hak dan kerakusan para penggila harta macam yang dilakukan oleh ideologi Kapitalisme saat ini. Seperti janji Allah bahwa Allah mengutus Rasulullah SAW (dengan risalah Islam) tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Artinya, jika Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan maka alam semesta ini akan terpelihara eksistensinya dan tak ada satupun yang teraniaya.

Maka sudah seharusnya kita, umat Islam, yang dijanjikan kemenangan oleh Allah meyakini bahwa tidak ada jalan lain selain kembali kepada Islam, kembali kepada Syariah. Dan sudah saatnya kita bersatu untuk menegakkan Khilafah yang akan menerapkan syariah dalam seluruh aspek kehidupan. Save the universe with Khilafah!

Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Perpustakaan, May 6th 04:45 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s