Jika Aku…

Suatu ketika saya mendapatkan inbox dari seorang akhwat di sebuah SNS. Isinya? Ya, tau sendirilah. Salam kenal, dsb. Terakhir, sebelum menutup percakapan, mbaknya kemudian bertanya.
“Afwan, kalo boleh tau antum ikhwan atau akhwat?”. Saya Cuma bisa tepok jidat. Masya Allah, mbak ini daritadi ngobrol SKSD pula, ternyata masih mikir ini yang di chat ikhwan atau akhwat. Saya pun menjawab, “Ya akhwat-lah, Mbak. Kalo saya ikhwan, gak mungkin saya bales chat Mbak begitu aja”. Hadeh, saya juga bingung. Kenapa saya kadang dikira ikhwan. Padahal, saya perempuan tulen. Asli dari lahir udah berwujud perempuan. Nama saya aja panjanganya kayaknya gerbong Matarmaja dan itu amat sangat perempuan sekali. Dalam kesempatan lain, saya pernah dikira mas-mas. Kemudian, di kesempatan lain lagi, sahabat saya bilang, “Dit, kalo aku cowok mungkin aku bakal jadi playboy,” katanya sambil tertawa. Saat itu saya jadi kepikiran. Kalo saya jadi cowok bakal kayak gimana ya?

Kalo saya jadi cowok, mungkin saya bakal jadi cowok yang terkenal. Kenapa? Karena wajah saya nampang dimana-mana. Saya akan jadi salah satu anggota tim basket sekolah atau kampus, jadi gitaris band atau vokalis mungkin (haha), ada di organisasi dan ikut segala macam lomba. Atau bisa jadi saya juga jadi tukang cover lagu, khususnya hip hop dan RnB. Oiya, sama jadi fanboy-nya boyband Korea dan kerjaan saya adalah dance cover. Mungkin, rambut saya warnanya bakalan mejikuhibiniu, 24/7 ganti warna 😀 Sebutlah saya fashionista (kalo gak mau disebut norak). Ya, saya bakalan ada dimana-mana. Bahasa kerennya, eksis 😀 Dan karena itu, teman saya banyak. Gak hanya laki-laki tapi juga perempuan. Ikhtilat  dan khalwat mungkin saja jadi keseharian saya. Pacaran? Hmm, sepertinya tidak. Saya bukan tidak tertarik. Tapi, sebisa mungkin saya akan menjaga perasaan fans-fans saya (gayaaaaa).

Tapi, alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji hanya bagi Allah SWT. Saya terlahir sebagai seorang perempuan (meski sempat dikira cowok). Ya, saya perempuan, meskipun saya agak beda dikit. Tapi, overall saya perempuan kok. Saya bersyukur terlahir sebagai perempuan. Mungkin kalo saya beneran jadi cowok, saya gak bakal dapat hidayah dan jadi seperti sekarang. So, udah cukup berandai-andainya. Semoga kita semua bisa selalu bersyukur dengan apa yang ditetapkan Allah atas kita. Aamiin…

Shelter, April 28th 2015. 09:18 PM

Untuk yang penasaran dengan (tulisan) saya tentang tema ini.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s