Berhentilah

Ah, sepertinya sudah terlalu lama aku hidup dibalik topengku. 

481033612Sebuah suara jauh di lubuk hatiku berteriak. Berapa lama lagi aku harus seperti ini? Tenggelam dalam rasa bersalah akan masa yang sudah berlalu ribuan hari  silam. Ia sudah mati. Ia takkan kembali. Ia sudah terkubur lama dalam makam bernama kenangan. Mimpi buruk itu sudah berlalu.

Berhentilah. Berhentilah menangisi masa lalu. Berhentilah membebani diri dan jiwa dengan rasa bersalah. Bukankah Allah Maha Pemaaf? Bukankah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang? Kesempatan itu masih ada, selagi taubat masih terpikirkan dalam benak.

Berhentilah memakai topeng. Berhentilah bersembunyi dibalik pelangi. Jika tembok yang kau bangun sudah sedemikian tingginya, kenapa tak kau panjat dan berdirilah tegak di puncaknya lalu teriakkan kepada dunia siapa kau sebenarnya?

Berhentilah menjadi orang bodoh. Tak perlu takut dengan cibiran dan cemooh jika kau yakin tempatmu berdiri adalah tempat yang benar. Allah Maha Melihat dan Dialah sebaik-baik Hakim.

Wahai dunia, inilah aku. Aku tak hendak menunjukkan seberapa hebat diriku. Pun tak ingin membanggakan apa yang aku miliki. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku takkan pernah menyerah terhadapmu. Karena akulah yang pasti akan meninggalkanmu.

Shelter, March 29th 2015. 07:34 AM. Dalam lantunan Adh-Dhuha.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s