Dikte

Bumi ini bulat. Yah, setidaknya begitulah yang dipercayai oleh manusia se-jagad raya. Namun, sepertinya tidak dengan kehidupan. Nyatanya, kehidupan ini datar. Sangat datar. Ingatkah saat kecil kita ditanya, setelah TK mau kemana? Jawabnya SD. Setelah itu? SMP. Lalu? SMA. Trus? Kuliah. Habis kuliah? Ya, kerjalah. Habis itu? Nikah. Trus? Punya anak. Lalu? Jadi tua, menikmati hasil pekerjaan dan mati dengan harapan masuk surga.

Setidaknya, sampai hari ini sebagian¬†besar manusia memilih untuk hidup dengan datar. Seolah alami hidup dengan gaya seperti itu. Bahagia adalah ketika berprestasi, punya uang banyak, istri cantik, suami tampan, anak yang lucu, rumah besar dan sederet perhiasan dunia lainnya. Salah? Saya hanya bisa mengatakan itu manusiawi. Tapi, saya pikir terlalu dangkal jika kehidupan hanya tentang menikmati perhiasan dunia semata. Terlalu datar. Bahkan iklan snack di tivi berujar, “life is never flat”. Kalo ditarik kesimpulan, jika hidup itu datar berarti itu bukan hidup. Lalu, apa namanya? Setengah hidup? Atau antara hidup dan mati? Entahlah. Sebut saja dengan istilah masing-masing.

Pernahkah bertanya, sebenarnya apa tujuan kita berada di dunia ini? Sekedar untuk itukah? Atau ada sebuah tujuan lain?

Jika pertanyaan itu belum muncul di benakmu, izinkan aku memperingatkanmu. Bangunlah! Karena saat ini kau sedang didikte!

Turn into real. February 26th 2015. 09:37 AM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s