Keajaiban Untuk Maryam

from DU Wallpaper
from DU Wallpaper

Sebelum menulis ini, saya pikir saya sudah gila atau semacamnya. Beberapa menit yang lalu saya senang dan kemudian saya berlinang air mata. Saya hanya bisa mengucap Alhamdulillah berkali-kali. Segala puji hanya bagi Allah. Dan hari ini saya benar-benar membuktikan itu setelah beberapa hari ini berurusan di kampus.

Semua bermula saat tiga hari yang lalu, Maryam, teman sekaligus orang yang saya sebut sebagai “Rectoverso” saya meminta tolong untuk membayarkan SPP. Lewat chat, saya setuju untuk membantunya karena memang saya juga belum bayar, ya jadi sekalian. Saat itu juga ujian dimulai. Bermula saat saya mengambil uang di ATM dan ternyata masih kurang Rp. 100.000 untuk membayar SPP kami berdua. Jatah yang saya ambil sudah lebih dari jatah harian pengambilan lewat ATM. Saya berpikir, siapa yang bisa meminjamkan saya uang. Teman yang biasa meminjamkan sedang halqah, posisi teman-teman yang lain juga sedang mengurus KRS. Teman-teman di rumah sedang tidak punya uang sebesar itu. Alhamdulillah, ada teman dari rubin lain yang bisa meminjamkan (jazakillah khairan katsir ya, dek An) Dan saat membayar SPP, saya cuma dibercandai mas-mas teller, “Dibayar berapa Mbak sama temannya?”. Saya hanya menjawab sambil nyengir, “Dibayar pake doa, Mas”. Setelah  membayar SPP, ternyata dikasih bolpen sama masnya. Buat saya satu dan buat Maryam satu. Jadi ingat firman Allah : “Maka sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan” (Al Insyirah : 5-6). Di balik satu kesulitan, ada dua kemudahan. Dan itu benar. Subhanallah.

Hari keempat ngurus KRS, saya kembali membantu Maryam. Dan ada ujian lagi. Pertama, surat perpanjangan bimbingan skripsinya belum diserahkan ke bagian akademik. Kedua, dosen pembimbing akademiknya tidak ada di tempat. Hari sebelumnya, saya sempat terbersit. Besok saya serahkan dulu suratnya, tanda tangan dosen PA besok lusa. Dan benar saja, kemarin saya hanya memberikan surat perpanjangan itu setelah berputar-putar dulu. Target tercapai tapi masih ada satu lagi. KRS Maryam belum ditandatangani dan hari ini hari terakhir. Bersamaan dengan itu, saya juga ada janji konsultasi dengan dosen pembimbing saya. Lalu saya putuskan, selesaikan urusan Maryam dulu, saya bisa menyusul. Lagipula, dosen saya juga sedang mengurusi KRS mahasiswa bimbingannya. Saya Cuma mengecek skripsi saya untuk ACC bab pertama. Di samping itu, ada agenda dakwah juga. Alhamdulillah, meski tertunda, tetap akan dilaksanakan dan peralatan yang dibutuhkan sudah siap. Dan saya kembali membantu Maryam untuk mengurus KRSnya. Karena dosen pembimbing akademiknya sedang tidak ada, saya putuskan untuk meminta diwakilkan oleh ketua program studinya. Dan saya lupa, untuk mewakilkan KRS butuh surat kuasa. Jadilah saya meminta Maryam segera membuatkan. Alhamdulillah, ada internet jadi bisa segera dibuat. Saya kembali ke kampus selepas shalat Dhuhur. Pukul 13 lebih 15 menit. Saya tidak mengecek ke ruangan dosen pembimbing akademiknya karena saya pikir beliau tidak akan datang lagi hari ini, jadi saya langsung ke ruang ketua program studi. Pintunya masih terkunci. Orangnya tidak ada di ruangan. Pukul 14:23, saya putuskan untuk ke dosen kontakan sekalian memberikan bulletin dakwah mingguan. Beliau minta maaf karena tidak bisa diskusi berkenaan dengan ada rapat fakultas pukul 14:30. Saya langsung teringat ketua program studi. Lemas sudah badan saya. Akhir pengurusan KRS tinggal 1,5 jam lagi dan saya belum mendapatkan tanda tangan dosen pembimbing untuk Maryam. Cara terakhir. Saya berdoa, berdzikir sebanyak yang saya bisa. Berusaha mengumpulkan keyakinan sepenuh hati. Pasti ada pertolongan. Pasti ada kemudahan. Pasti bisa selesai. Pasti ada keajaiban untuk Maryam. Saya pun teringat saya membawa Al Qur’an. Sambil menunggu, saya sempatkan tilawah sebentar. Di akhir surat, subhanallah pertolongan Allah datang. Ketua program studinya datang. Dan Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan tanda tangan beliau. Langsung saja saja melesat ke tempat KRS distempel. Dan betapa kagetnya saat saya masuk ke ruang dosen, dosen pembimbing Maryam ada di sana. Dengan gemetar saya jelaskan bahwa saya terlanjur meminta tanda tangan ketua program studi karena saya sudah menunggu beliau dan beliau tidak ada. Alhamdulillah beliau memang baik, seperti saat saya bertemu dengan beliau dua tahun lalu dengan perihal yang sama.

Setelah itu, saya  baru konsultasi dengan dosen pembimbing. Alhamdulillah lagi, Allah memberi kemudahan. Titik terang itu ada. Allah beri jalan dan Allah mudahkan semuanya. Seperti saat kemarin akhirnya saya kembali mendapatkan pekerjaan saya. Saya masih ingat beberapa waktu lalu saya sempat mengalami sedikit frustasi saat berhadapan dengan tugas akhir. Dan inilah pelajaran dari Allah untuk saya. Sebuah pelajaran tentang ikhlas, sabar, tawakkal, bersyukur, ridha terhadap qadha, roja’ dan semua yang dulu saya kaji di kitab Min Muqawwimat An Nafsiyatul Islamiyyah. Betapa Allah mencintai saya lebih dari siapapun. Teringat semua kejadian dan pelajaran dari orang-orang terdekat maupun pelajaran dari para syabab, wejangan dari Musyrifah, Mama, Kak Maya, teman-teman, khususnya Chairo, Aoi, Ziza, Ami dan pastinya Maryam.

Allah berfirman :

“Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong agama Allah, Allah pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad : 7)

All praise always be for You, My Lord. You are the one and only.

Jumat Mubarak, February 6th 2015. 03:20 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s