Cantik Itu MAHAL?

Perempuan yang cantik itu yang kayak gimana sih? Mungkin, pertanyaan ini lebih tepat ditujukan ke kaum Pria. Kenapa? Karena mereka sangat peka dengan yang beginian. One Direction aja punya lagu sendiri saking pekanya sama cewek cantik bahkan si cewek sampai gak sadar kalo sebenarnya dia cantik. Selain itu, masih banyak versi dari kata cantik. Tapi, cantik yang dipahami hampir semua penduduk bumi hari ini sama. Cantik dari sudut pandang visual.

Ngomong-ngomong soal cantik, saya teringat beberapa waktu lalu saya beli sabun. Ternyata sabun yang selama ini saya pakai itu mahal dan setelah saya bandingkan dengan sabun kesehatan, harganya lumayan jauh berbeda. Saya jadi kepikiran, apa segitu pentingnya kecantikan daripada kesehatan sampai harga sabun kecantikan aja jauh lebih mahal daripada harga sabun kesehatan? Dan memang ternyata cantik itu mahal. Produk-produk kecantikan rata-rata mahal. Mulai dari bedak, pencuci muka, pelembut wajah, parfum, lipbalm, dsb. Mungkin karena ungkapan bahwa seluruh tubuh perempuan itu indah, maka segala hal yang diperlukan untuk menambah keindahan itu pasti mahal sehingga kesannya untuk cantik itu wajib mahal. Bahkan soal pakaian aja waah gak kalah dari produk-produk pemanis wajah. Entah para perempuan itu sadar atau gak bahwa sebenarnya cantik itu seperti fatamorgana. Yang untung bukan mereka tapi justru perusahaan pembuat kosmetik dan peralatan kecantikan lainnya. Wajah ya gak ada bedanya. Dari dulu sampai nanti ya segitu-gitu aja. Tapi, entah kenapa outlook tetap selalu jadi yang utama.

Yah, beginilah hidup dalam zaman Kapitalisme yang mendewakan materi. Standar kebahagiaan dalam paradigma Kapitalisme adalah terpuaskannya kepuasan jasmani dan naluri dengan cara apapun, gak peduli itu halal atau haram. Jadi, gak aneh kalo saat ini banyak perempuan yang tertipu dengan kata cantik, slogan cantik dan sejenisnya. Gak cuma perempuan, laki juga gitu. Seolah penampilan luar adalah segalanya. Tapi, begitulah kenyataannya. Dalam Kapitalisme, proses apapun sah selama tidak mengganggu kebebasan orang lain. Dan sayangnya, kaum Muslimin juga terpengaruh dengan mindset ini. Cantik yang sudah dibentuk dengan definisi ala Kapitalisme dimana yang menjadi inti adalah eksploitasi naluri seksual, akhirnya menjadikan standar cantik hanya dari penampilan luar. Tak jarang untuk mengarahkan muslimah menutup aurat, kata cantik juga dijadikan slogan. Seolah jika perempuan menutup aurat maka dia akan jadi cantik secara otomatis. Jujur, saya kurang setuju dengan arahan seperti itu. Karena menutup aurat adalah sebuah kewajiban. Berjilbab dan berkerudung adalah kewajiban seorang perempuan ketika keluar rumah gak peduli bagaimanapun dia. Atau jika sudah berhijab ternyata tidak ingin sekedar itu, tapi dipoleslah wajah dengan kosmetik sampai tidak sadar bahwa hal tersebut adalah sebuah bentuk tabarruj dan hukumnya haram bagi seorang perempuan. Astaghfirullah…

Allah SWT sejatinya tidak pernah mendefinisikan kata cantik. Kenapa? Karena Allah tahu bahwa Allah sudah menganugerahkan seluruh makhlukNya dengan potensi yang sama. Ada kebutuhan jasmani, naluri dan akal. Sungguh, wajah itu hanyalah titipan dan terkait bentuk fisik, Allah tidak akan meminta pertanggungjawaban karena tidak ada satu pun manusia yang bisa meminta akan dilahirkan dengan bentuk fisik seperti apa sehingga buat para muslimah dimanapun berada, sebenarnya gak perlu ribet dengan cantik. Allah SWT hanya memerintahkan kita terikat dengan syariatNya, mematuhi segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Maka kepribadian seorang Muslim ditentukan seberapa kuat dia terikat kepada aturan Rabbnya.

So, bersyukurlah. Syukurilah apa yang ada pada diri kita. Syukurilah qadha yang sudah Allah tetapkan pada kita. Perindah akhlak kita dengan terikat pada SyariatNya secara kaffah sehingga kita menjadi apa yang Allah sebut melalui sabda RasulNya sebagai sebaik-baik perhiasan dunia, yakni wanita sholihah.

Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Shelter, January 13th 2015. 02:36 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

2 thoughts on “Cantik Itu MAHAL?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s