Cinta Nodai*

Sepertinya sudah berabad-abad saya hiatus dari dunia per-blog-an. Seperti habis berkelana dan pulang-pulang, blog saya udah jadi sarang jin. Dan sekarang saatnya kembali mengisi blog ini dengan tulisan yang berguna pastinya, yeah!

Ide tulisan ini udah nangkring di kepala saja beberapa bulan yang lalu. Tapi, karena satu dan lain hal belum sempat saya tulis. Alhamdulillah hari ini saya bisa nulis gegara tukang pijat datang *apa hubungannya???* Eitt, tapi sebelum itu saya mau jelasin dulu tentang judulnya. Ini bukan judul ngawur dan sok gaya dengan ngebalik frasa. Kalo secara tata bahasa Indonesia, emang frasa itu salah. Tapi, karena ini bahasa daerah jadi kesannya aneh. Arti judul tulisan ini adalah Cinta yang Rusak. Nodai itu bahasa daerah saya yang artinya rusak (Makasih mbak Sari udah ngasih ide tentang judul ini :D) Semoga aja gak ada yang heran, balik dari hibernasi malah nulisnya tentang hal merah jambu hahaa, but that’s not the point, dude.

Oke, balik lagi ke pembahasan. Jadi, hari ini ada tukang pijat datang ke kosan teman saya. Teman saya emang udah niat pijat. Saya juga diajak dan sambil nunggu giliran, jadilah saya dan teman saya dengerin ibu tukang pijat tersebut dengan ceritanya. Beliau sudah jadi tukang pijat urat selama 30 tahun. Klien beliau juga banyak, gak cuma perempuan aja, tapi laki-laki juga. Nah, trus apa yang bikin saya jadi ngebet nulis? Ibunya cerita kalo beliau pernah punya klien, mahasiswi. Kliennya itu ngeluh telat datang bulan, minta dipijat. Takutnya penyakit gitu. Eh, ternyata pas dipijat, kliennya itu hamil. Jadi, maksudnya minta digugurin gitu. Tottemo bikkurishita (Saya sangat shock). Trus pas ditanya, kok bisa? Awalnya kenalan sama seorang cowok trus ketemuan. Cowoknya itu mahasiswa juga. Ketemu di luar kota gitu dan akhirnya… yah, you know what I mean. Serem banget. Itu cerita pertama. Kedua, ada klien lagi, anak perempuan umur 13 tahun. Ini lebih shock lagi karena kasusnya juga sama. Kehamilan yang gak diinginkan. Dia juga minta digugurkan. Apalagi dia udah ada yang ngelamar gitu tapi malah hamil sama orang lain. Naudzubillah min dzaliik. Mereka Muslim(ah)? Iya. Tapi kok bisa mereka kayak gitu? Mereka gak tau zina itu dosa? Tau pastinya. Tapi kok masih melakukan? Satu alasannya. Cinta. OMG, hellow. Plis deh. Kalo cinta gak bakalan menjerumuskan dalam dosa. Ada sih yang nikah tapi itu pun terpaksa. Setelah itu, cerai. Yang jadi korban? Anaknya yang nantinya akan menjadi generasi masa depan. Sedih sekali kalo ngeliat generasi hari ini. Generasi yang kurang kasih sayang. Jadilah mereka berputar pada lingkaran setan yang gak ada habisnya.

Fakta di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak cerita tentang bobroknya generasi hari ini akibat penerapan sistem Demokrasi-Kapitalisme. Sistem yang membuat orang-orang hanya mengejar kenikmatan jasmani semata dan membuat orang-orang seperti hewan yang berjalan. Cuma makan, muasin naluri tapi gak mikir. Dan parahnya, itu juga menimpa kaum Muslimin. Padahal, Allah sudah menurunkan aturan yang lengkap agar manusia tidak terjerumus ke dalam dosa dan masuk neraka. Hari ini, generasi muda hanya pengen enaknya aja. Siapa yang jadi korban? Generasi selanjutnya. Mereka memuaskan nafsunya trus kalo udah hamil tinggal aborsi. Dipikirnya nyawa itu kayak kerikil bisa didapatin dimana aja? Ini yang saya gak habis pikir dari pemikiran Kapitalisme. Kepuasan yang dicari hanya kepuasan individu saja. Mereka gak mikir nantinya bakal kayak gimana efeknya yang penting mereka bisa menikmatinya. Pergaulan bebas, yang penting senang. Tapi mereka gak tau kalo rasa sakit yang akan mereka bayar setelahnya. Dipikirnya aborsi itu gak bahaya apa? Dipikirnya free sex itu enak? Kalo udah kanker, kalo udah AIDS baru tau rasa. Ini nih kalo hidup gak pake akal. Gak mikir. Dan kaum Muslimin juga ikut-ikutan pola hidup liberal dan hedon ala Barat sebagai kampiun Kapitalisme.

Mungkin ada yang protes, kenapa daritadi saya terkesan menghakimi. Kalo kayak gitu, berarti gak boleh jatuh cinta dong? Kan pacaran itu buat saling mengenal dan mengekspresikan rasa cinta. Hellow, kalo cinta sampe harus ngerusak anak orang yang bahkan belum halal kan? Oke, jatuh cinta itu manusiawi. Saya juga pernah jatuh cinta. Meskipun yah, selalu jadi one sided love or unrequited love  yang berujung pada broken heart. Tapi saya nulis ini bukan karena saya meratapi nasib saya yang gak pernah pacaran dan bukan karena saya sedih seolah-olah saya gak laku. Semua ini karena saya sedih melihat realita kaum Muslimin yang terang-terangan melakukan dosa tapi gak ngerasa berdosa. Mereka malu sama manusia bukan sama Allah. Padahal, Islam sudah menjelaskan hal ini. Ketika mampu, maka menikahlah. Itulah hubungan yang diridhoi Allah. Jika belum mampu? Pantaskan diri agar menjadi mampu.  Dengan apa memantaskan diri? Tentu saja dengan ilmu, bukan dengan nyari pacar biar kesannya laku.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, jatuh cinta itu manusiawi karena cinta itu salah satu perwujudan naluri nau’ (melestarikan jenis). Namun, sebagai seorang Muslim Allah sudah memberikan batas-batas yang harus dipatuhi. Kenapa? Karena nantinya kita akan dihisab di hari kiamat kelak. Semua perbuatan kita akan dihitung dan hal tersebut menentukan apakah kita akan masuk surga atau sebaliknya, jadi daging panggang di neraka.

Allah SWT berfirman :

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (TQS. Al A’raaf [7] : 179)

Inilah fakta hari ini. Ketika Islam ditinggalkan dan dilaksanakan hanya separuh-separuh saja. Islam hanya sebatas agama ritual yang hanya dipakai ketika saat-saat tertentu. Setelah itu, hilang entah kemana. Padahal, aturan Islam itu banyak. Gak hanya aturan tentang hubungan manusia dengan Allah atau dengan dirinya tapi juga hubungan manusia dengan sesamanya.  Cinta itu buta. Mata cinta adalah akal. Tapi, punya mata aja gak cukup. Harus ada cahaya biar bisa melihat. Dan cahaya itu adalah Islam. Islam adalah penerang agar cinta bisa melihat dengan sempurna. So, jadikan Islam sebagai penerang hidupmu. Gimana caranya? Belajar pastinya. Kaji Islam, amalkan lalu dakwahkan (sampaikan) agar semakin banyak orang-orang yang sadar bahwa hari ini kita sudah terlalu jauh dari Islam, sudah terlalu jauh dari Allah. Makanya hidup kita gak barokah. Selalu aja jadi orang-orang galau.

Allah SWT berfirman :

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (TQS. Al A’raaf [7] : 96)

Oya, satu lagi. Cinta akhirnya rusak karena cinta tidak punya pelindung. Hari ini Islam tidak diterapkan dalam bingkai institusi yang bisa melindunginya. Institusi itu bernama Khilafah. Sebuah sistem pemerintahan yang pernah tegak selama 1300 tahun lamanya dan menaungi 2/3 dunia. Namun, saat ini sistem tersebut sudah runtuh. Maka, sudah menjadi tugas kita sebagai generasi penerus untuk mengembalikannya lagi ke tengah-tengah kaum Muslimin dan umat manusia. Itulah PR besar kita hari ini, kawan. So, tunggu apalagi? Yuk move on, yuk berubah, yuk ngaji, yuk berdakwah, yuk berjuang untuk tegaknya Syariah dalam naungan Khilafah dan sampai ketemu di Episode L.O.V.E. selanjutnya ^_^

Wallahu ‘alam bi ash shawwaab

Tlogo Indah, December 15th 2014. 10:42 AM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

4 thoughts on “Cinta Nodai*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s