Setiap Ujian adalah Kebaikan

Beberapa waktu lalu saya sakit. Ini adalah sakit yang cukup lama sembuhnya untuk ukuran sakit biasa. Mungkin karena saya juga sedang terapi. Tapi, bukan itu yang ingin saya ceritakan. Seperti judulnya, saya ingin mengutip kalimat musyrifah saya,  “Setiap ujian adalah kebaikan”.

Awalnya, saya bersusah payah mencari apa maksud dari kalimat tersebut. Memang susah juga sebenernya karena biasanya kalo diuji dengan yang gak enak, bawaannya jadi mumet dan gak bisa berpikir jernih. Dan setelah dua minggu sakit, saya akhirnya bisa memahami hal tersebut. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil ketika saya sakit. Dan benar kata beliau, setiap ujian adalah kebaikan karena itu bukti bahwa Allah sayang. Sebelumnya, saya menganggap ujian adalah hukuman karena kesalahan saya entah itu di masa lalu atau di masa yang saya sudah lupa. Namun, jika kita mau jujur dan objektif, Pencipta tidak mungkin membenci ciptaannya. Begitu pun dengan Allah. Allah tidak pernah membenci kita. Ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita kembali dekat denganNya. Dan ujian itu tidak hanya rasa sakit dan yang berupa musibah saja. Kebahagiaan dan nikmat pun adalah ujian. Namun, seringkali jika diberi nikmat, kita lupa.

Rasulullah SAW. bersabda :

“Sungguh mulia urusan kaum Muslimin. Jika diberi nikmat mereka bersyukur dan jika diberi ujian mereka bersabar”. (Mutafaq Alaih)

Itu artinya bahwa setiap ujian adalah kebaikan karena keduanya menghantarkan kepada pahala. Sama seperti sakit saya beberapa waktu lalu. Dan pelajaran yang bisa saya petik dari sakit tersebut adalah saya belajar menjadi seorang perempuan. Haha, mungkin kedengarannya aneh bin lucu. Saya memang perempuan. Perempuan tulen. Tapi, ada beberapa hal pada diri saya yang tidak seperti anak perempuan kebanyakan. Yah, kalo lihat nama aja sih emang “cewek” banget. Tapi, ada beberapa kebiasaan yang menurut saya itu gak cewek banget. Biasanya saya makan cepet banget. Kadang diprotes karena makannya kelewat cepat, seperti gak dikunyah. Tapi, pas sakit kemarin saya akhirnya bisa makan sampai setengah jam bahkan lebih. Padahal, biasanya saya makan tidak lebih dari 10 menit. Saya jadi bisa menikmati makanan tersebut dan pastinya pencernaan saya lebih baik karena saya mengunyah dengan hati-hati. Kedua, saya tidak terlalu suka memasak. Bukan karena saya gak bisa masak. Tapi karena memang saya tidak terlalu suka berurusan dengan dapur, hehehe. Tapi, karena sakit dan tidak bisa makan sembarangan, saya terpaksa memasak. Dan itu lebih hemat plus lebih sehat. Kenapa? Karena selama hampir seminggu saya cuma makan bubur. Dan setelah sakit, saya jadi lebih sering  dan lebih suka masak sendiri karena ternyata selain hemat, masakan sendiri juga lebih enak meskipun cuma masakan biasa 😀 Saya juga belajar mengatur pola hidup, meskipun kadang-kadang masih bandel dikit karena belum biasa, hehehe. Tapi, sakit kemarin beneran banyak hikmahnya. Bukan saya minta sakit, tapi dari sana saya belajar bahwa yang tidak enak bisa jadi penuh hikmah kalo kita bisa memaknainya dengan positif dan roja’ kepada Allah. Karena Allah pasti tahu yang terbaik untuk hambaNya.

Sekarang, apapun ujian yang saya hadapi ataupun ujian yang dulu pernah saya hadapi dan masih saya hadapi sampai sekarang, saya berusaha sebisa mungkin untuk mencari kebaikan di balik ujian tersebut. Gak ada gunanya juga mencari siapa atau apa yang salah. Daripada hati sempit dan tambah sakit, lebih baik belajar ikhlas dan melapangkan jiwa. Karena ridha terhadap qadha Allah itu wajib, meski saya tidak bilang itu gampang. Perlu proses panjang bahkan mungkin seumur hidup. Intinya, Allah selalu ingin yang terbaik dari kita agar kita semuanya masuk ke SurgaNya..

Buat kamu yang merasa sedang diuji, percayalah bahwa ujian itu bukan hukuman dari Allah. Tapi, semua itu karena Allah sayang. Makanya, setiap ujian adalah kebaikan. Anggap aja tiket masuk surgaNya.

Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Shelter, 20 November 2014. 09:57 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

One thought on “Setiap Ujian adalah Kebaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s