Nothing Last Forever

Ngasal copy

Tak ada yang abadi, seperti salah satu judul lagu band yang pernah tenar pas jaman saya SMP. Ya, segala sesuatu di dunia ini gak ada yang abadi. Namun, dibalik semua itu hanya ada satu yang abadi. Dialah yang menciptakan seisi semesta.

Saya suka nonton, terutama tayangan-tayangan berisi yang bisa bikin saya mikir dan mengambil pelajaran. Salah dua dari beberapa film yang saya suka adalah Harry Potter dan Naruto. Menurut saya keduanya mirip. Orang jahatnya sama-sama mencari keabadian. Lord Voldemort matian-matian ngejar Harry Potter sampai filmnya tamat (dibikin dua part pula) untuk mengejar keabadian. Begitu pula dengan Uchiha Madara yang mati-matian ngejar Bijuu (monster berekor) demi mengejar tsukuyomi abadi (dunia yang dipenuhi genjutsu, semacam jurus ilusi). Ya, karena mereka manusia. Makhluk ciptaan Allah yang mempunyai ambisi melebihi batas usia mereka. Namun, ternyata di dunia ini gak ada yang abadi.

Beberapa bulan yang lalu, tetangga rubin ada yang meninggal. Seorang wanita yang sudah berumur yang sering saya temui berjalan keliling gang hampir setiap hari. Dengan tubuh lemah yang dibantu dengan tongkat, beliau berusaha menyeret tubuhnya. Dan selepas halqah, saya kaget karena sebuah keranda sukses bertengger di depan jendela kamar saya. Serius. Awalnya saya pikir ada hajatan karena orang-orang pada rame dan akhirnya saya shock karena keranda itu. Saya langsung beristighfar dan berucap “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. Besoknya kami pun bertakziah ke rumah beliau. Di sana ada suami beliau yang juga sudah di usia senja. Mata beliau berkaca-kaca mengenang sosok istrinya sambil memintakan maaf kepada kami jika istrinya memiliki kesalahan semasa hidupnya.

Nothing last forever. Terkadang, kita lupa bahwa kita memiliki limit di dunia ini. Hanya saja kita tidak tahu kapan batas waktu itu sehingga kita hanya menyiapkan yang terbaik untuk menuju ke sana.

Nothing last forever. Hari ini begitu banyak orang yang tersibukkan mengejar dunia yang seolah tak berakhir. Mereka menolak membicarakan kematian dengan bermacam alasan, padahal kematian itu pasti datangnya. Apalagi dengan sistem Kapitalis-Sekular hari ini yang membuat manusia merasa akan hidup selamanya dan tak berhenti mengejar kesenangan duniawi.

Nothing last forever. Tak ada siapapun yang bisa menjamin apapun di dunia ini. Bahkan untuk waktunya sendiri. Meski penderitaan, rasa sakit takkan ada selamanya, pun dengan kebahagiaan dan sesuatu yang manis. Maka sejatinya dunia ini memang hanyalah perhiasan dan kesenangan dunia yang menipu. Pada akhirnya kita akan kembali ke sisiNya untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita selama hidup di dunia dan kita akan dikembalikan hanya di dua tempat, Surga atau Neraka.

Jika kita tahu bahwa setiap yang hidup pasti akan mati dan nantinya kita akan dimintai pertanggungjawaban, masihkah kita berani bersantai-santai di dunia ini dan sibuk berkhayal tentang masa depan yang belum tentu mendatangi kita?

Tulisan Daur Ulang.

Malang, 17 November 2014.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s