Bara Mabda Itu Belum Padam

khilafah (2)

Kau memang melihatku terdiam
Kau melihatku seolah menghilang dari realita
Mencoba kabur atau sekedar berkontemplasi
Kau melihatku seolah aku tak peduli pada keadaan ini

Mungkin aku memang terlihat diam
Namun, aku berteriak dalam kesunyian
Mencoba merangkai asa dalam kegelapan
Berharap cahaya menuntunku keluar

Mungkin aku juga terlihat menghindari realita
Namun, aku tak bermaksud melarikan diri
Mencoba kuatkan langkah dalam keletihan
Berharap kekuatan menuntunku berlari

Mungkin aku terlihat tak peduli
Namun, aku masih berfikir
Mencoba selesaikan semua
Berharap sebuah pintu terbuka untukku

Bara mabda itu masih belum padam
Ia masih berpijar di sini
Dan aku belum melepaskannya
Aku hanya menunggunya menghanguskanku
Sehingga aku kembali

Bara mabda itu masih kugenggam
Dan takkan kulepaskan
Selagi waktu masih mengizinkan
Aku akan tetap berjuang
Untuk satu kebangkitan
Untuk satu kemenangan
ISLAM

Repost puisi buat teman-teman se-tim saya. Alhamdulillah sekarang mereka tumbuh menjadi pejuang tangguh. Hadiah terindah saat saya kembali. Special for tim FIB. Ami, Mel Chan, Fita, Ithoh, Nurmah, Nurus and Fitri. Love y’all in Allah as Always ❤

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s