Untuk Malam

1366_768_301025089

Untuk Malam…

Wahai malam, beberapa waktu yang lalu aku sempat membencimu. Kau selalu sukses membawa kenangan-kenangan yang tak kuharapkan seolah kembali dalam bentuk yang sangat mengerikan. Memaksa air mata ini untuk terus mengalir seperti Ama no Gawa. Aku bahkan tak sanggup lagi menatap langit, bintang dan rembulan. Aku benar-benar membencimu.

Tapi, bagaimanapun juga kau adalah malam. Saat dimana kegelapan datang bersama dingin. Bagi orang-orang dengan hati yang sempit, kau lebih mengerikan daripada hantu. Namun, bagi orang-orang yang penuh harapan, kau adalah tempat dimana cahaya memancar, bersama bebintang dan rembulan.

Wahai malam, perlahan aku mulai menyadari bahwa hadirmu sungguh berarti. Kini aku tahu, banyak hal yang hanya akan kulihat saat kau datang. Aku pun tahu bahwa kau datang bersama harapan di balik derai air mata. Bukan air mata meratapi apa atau siapa. Namun, air mata pengharapan kepada Sang Pemberi Harapan. Dia menciptakanmu bukan tanpa alasan. Dia menciptakanmu agar diri ini bisa bernafas sejenak, melepaskan sedikit beban yang melelahkan.

Kini, aku tak lagi membencimu. Karena bagaimanapun juga kau adalah malam.

Shelter, September 22nd 2014. 09:47 PM.

Infinite – 60 Seconds

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

4 thoughts on “Untuk Malam

      1. masih kalah sama tulisan masnya… 🙂

        Oiya, selamat idul adha. Taqabalallahu minna wa minkum ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s