Pengalaman adalah Guru Terbaik

experienceSeperti judulnya, ungkapan itu pasti udah terkenal banget buat yang dulu pas sekolah pernah belajar Bahasa Indonesia. Pengalaman mengajarkan seseorang tentang banyak hal yang belum tentu bisa ia dapatkan dimana saja ia inginkan. Seperti halnya yang saya alami.

Bulan November tahun lalu saya resmi dipindahkan di sektor dan tim lain meski masih dalam satu majal dakwah. Saya tidak menyangka akan dipindahkan di tim propaganda. Namun, setelah merasakan pengalaman dakwah dengan sasaran yang berbeda di tim tersebut, saya akhirnya terbiasa dengan suasananya. Setelah ini, saya pasti akan merindukan suasana rapat penuh imajinasi dan berbagai uslub dari adik-adik super. Saya juga akan merindukan keliling UKM se-universitas. Dari BEM fakultas sampai himpunan mahasiswa. Tidak hanya di dalam kampus, tapi juga di luar kampus. But, nothing last forever. Saya tidak selamanya di tim itu. Dan sekarang saya kembali di majal yang seharusnya saya berada. Tapi, saya tidak berharap kondisinya sama seperti saat saya meninggalkan tim saya yang lama. Saya tentu berharap semua akan lebih setelah saya kembali. Dan dengan pengalaman saya sebelumnya, saya berharap bisa mengubah tim lama saya ini menjadi lebih baik.

Saya akan merindukan kalian. Mbak Dina yang sekarang dapat amanah baru. Terima kasih untuk pengalamannya yang tidak terlupakan. Terima kasih untuk segala ilmunya. Jazakillahu khairan katsir, Mbak Din ^^ Tidak lupa untuk Kholish, meskipun tidak lama tapi banyak sekali memberi inspirasi terutama saat saya menuliskan sesuatu. Semua pasti setelah ngontak berdua sama Kholish 😀 Untuk uri Partner yang selalu bisa mengimbangi dengan bahasa yang ringan seperti kapas. Jazakillah untuk setiap keceriaan. You’re really a moodbooster ^^ Untuk Yeni, partnerku setiap hari Senin, jazakillah untuk aksimu yang gak pernah berhenti dan gak bisa diam, untuk cerita-cerita dan semua senyum yang pernah kita bagi (haha apaan sih?) plus duo Ocha-Titin yang selalu muncul dengan ide super imajinatif yang bikin saya gak pernah berhenti ketawa. I’ll gonna miss y’all.

pengalaman

Yang namanya obat akan lebih banyak yang pahit. Meski terkadang bisa manis. Tapi, bagaimana pun rasanya, biar cepat sembuh terkadang obat yang pahit itu dibutuhkan. Ungkapan lainnya, no pain no gain. Yah, mungkin untuk saat ini obat semacam itulah yang saya butuhkan untuk membuat saya lebih baik daripada sebelumnya. Belajar mencintai apa yang memang sudah diberikan olehNya, bukankah itu lebih baik daripada menyempitkan hati dengan selalu mencari jalan untuk melarikan diri? Ganbare!

Shelter, August 30th 2014. 08:50 PM.

Backsound : FT Island-Try Again

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s