Percakapan; Tak Cukup Sebuah Syukur

And when the time gets hard,

there’s no way to turn,

as He promises He will always be there

to bless us with His Love and His mercy

Pernah merasa jadi orang paling tidak beruntung? Saya pernah.

Tidak hanya itu, saya pernah menyalahkan kenyataan, saya pernah menyalahkan seluruh dunia dan yang paling parah saya pernah menyalahkan keberadaan saya di dunia ini.

Seperti sinetron? Memang. Tapi, itu nyata.

Cukup lama saya beranggapan seperti itu hingga saat saya tersadar, saya akhirnya menyalahkan diri saya sendiri. Parah? Iya, sangat.

Dan waktu mengajarkan banyak hal. Termasuk bagaimana saya menemukan cinta. Tidak terhitung berapa kali saya berusaha mendapatkan cinta dari orang lain hingga saya terlalu lelah untuk berusaha.

Menjadi yang terbaik, menjadi no.1 agar terlihat oleh orang lain, berusaha menjadi teman yang baik, peduli, menyayangi. Menjadi anak yang patuh dan menurut. Namun, semua nihil. Semakin saya berusaha mencarinya, semua itu semakin menjauh dari saya. Dan hingga sekarang ikhlas dan sabar itu masih saya pelajari.

Saya egois dan teramat posesif. Di satu sisi saya terlalu memikirkan perasaan orang lain, namun saya juga berhati-hati dan lebih sering melarikan diri untuk menyelamatkan perasaan saya. Dan pernah sekali saya tidak melihat orang terjahat di alam semesta selain diri saya. Tidak ada lagi yang lebih jahat daripada saya. Itu menurut saya.

Allah SWT. Entah detik ke berapa saya baru menyadari keberadaanNya. Dan saat itu saya benar-benar merasa sangat jahat. Dialah satu-satunya. Satu-satunya yang mengawasi saya, melihat ke arah saya, mengasihi saya dan mengajari saya arti kehidupan serta bagaimana menjadi seorang manusia.

Allah SWT. Saya baru tersadar bahwa yang membuat saya bisa survive hingga detik ini adalah Rahmat dan KasihNya. Bahkan saat saya tidak punya harapan sama sekali. Allah mengirimkan orang-orang baik untuk membantu saya bangkit dari keterpurukan. Tidak hanya itu, Allah mengizinkan saya untuk membenturkan sifat-sifat negatif saya dengan menghadirkan orang-orang lainnya untuk mengajari saya bagaimana mengontrol emosi dan ikhlas terhadap sesuatu. Setiap kali saya terbentur, Allah tidak meninggalkan saya. Tidak pernah sekalipun. Berapapun cinta yang saya beri, balasan bagi saya selalu lebih besar.

Ya, Allah. Dialah Allah. Tuhan Semesta Alam. Jika masih banyak orang yang ingkar terhadapNya, namun cinta dan kasih untuk makhlukNya selalu lebih besar. Dialah pemilik nama Ar Rahmaan dan Ar  Rahiim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Hadiah terbesar dalam hidup saya diantara sekian banyak hal buruk yang saya dapatkan adalah menjadi bagian dari perjuangan dakwah melanjutkan kehidupan Islam dan berada di dalam jamaah yang hingga detik ini berjuang untuk tujuan itu.

Dakwah ini mengajarkan saya menjadi seorang manusia yang berarti. Dakwah ini membawa saya dalam pertemuan dengan orang-orang luar biasa yang seringkali membuat saya iri dan merasa payah karena yang ujiannya lebih berat dari saya masih banyak. Dakwah ini juga yang membuat saya tidak pernah merasa sendirian dan kesepian meskipun saya berada jauh dari mereka. Dakwah ini yang membuat saya selalu merasa berada di rumah dengan keluarga.

Ya Allah, sekarang Hamba tau dimana titik terlemah Hamba. Dan tak cukup sebuah syukur atas seluruh pelajaran yang Engkau beri. Disaat seluruh dunia melihatku sebelah mata, Engkau percaya bahwa aku bukan orang biasa. Disaat dunia meninggalkanku, Engkau tetap di sana mengawasiku, melihatku tumbuh, memberikan cinta yang kubutuhkan, mengarahkan jalanku, menguatkan pijakanku, meneguhkan hatiku, dengan segala kerapuhan jiwa ini Engkau tak pernah lelah. Engkau selalu ada.

Hingga detik ini, Hamba masih belajar. Belajar untuk menaklukkan hawa nafsu Hamba. Belajar untuk menjadi yang terbaik di sisiMu.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Engkau, Ya Allah.

bokeh-photography-12

Shelter, August 4th 2014. 08:49 AM. Start A New Episode

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s