Episode; Kejutan Itu Bernama Jodoh

Sebelum saya dibully orang-orang, sebaiknya emang saya jelasin dulu kenapa saya tiba-tiba nulis postingan ini. Sejagad raya pasti tau saya bukan tipe orang yang suka dengan hal romantis macam beginian. Haha, saya juga tidak tau kenapa tapi daripada ide ini hilang begitu saja dari kepala saya, sebaiknya saya tuliskan. Semoga bermanfaat dan bisa diambil ibrah-nya *khususnya buat yang nulis :D* Dan kenapa saya nulis ini? Mungkin ini adalah semacam respon saya atas tulisan adik junior saya, Nio. Kemarin saya baca postingan di blognya yang judulnya “Pacaran Tidak Mengenal Anda Lulusan Mana” dan “Jomblo Setengah Hati”. Bagi Nio yang emang punya pengalaman dengan hal begituan, nulis ulang cerita yang udah lewat pasti kerasa gimanaaa gitu. Seperti membangkitkan kenangan lama dari kubur. Sakit juga mungkin iya, apalagi dengan pemahaman seperti sekarang. Jelaslah dia tambah ilfeel. Oke, anggap saja begitu. Yang kedua, jawaban subjektif saya, saya menganggap ini salah satu hal yang menarik untuk saya tulis. Haha, siapa tau aja saya juga mengalami hal ajaib itu ketika bertemu dengan calon suami saya kelak. Who knows, right? 😀

Well, let’s start from this verse. Allah SWT berfirman :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)….” (TQS. An Nuur [24]:26).
Ya, ayat ini adalah salah satu ayat favorit saya. Inilah yang membuat saya sampai sekarang dengan penuh kepedean untuk tidak melakukan aktivitas maksiyat bernama Pacaran *sebelum menikah pastinya. Klo udah nikah mah gak pacaran lagi namanya. Sebutannya Suami-Istri* meski mungkin karena emang belum ada yang mau sama saya :p Yang jelas, ayat ini bikin saya yakin bahwa suatu saat saya akan bertemu dengan seorang Prince Charming yang pastinya dicintai Allah jika saya juga melakukan hal yang sama *eaaaaa*

Nah, ngomong-ngomong soal ayat di atas, saya punya 3 cerita yang berbeda, di tempat yang berbeda, waktu yang berbeda dan pastinya tokoh yang berbeda pula. Tapi, cara mereka bertemu dengan pasangan masing-masing adalah cara ajaib yang hampir mirip.

Cerita pertama yang saya dengar adalah cerita tentang sepasang manusia *ya iyalah* yang kuliah di kampus yang sama, fakultas yang sama, jurusan yang sama, bahkan sekelas. Hmm, sebut saja Dani dan Dina *biar gak bingung* Mereka berdua sama-sama pintar dan menjadi rujukan di kelasnya. Namun, ada yang beda. Dina adalah seorang aktivis pergerakan Islam sedangkan Dani adalah aktivis kampus yang yah gitu deh. Setiap orang punya masa lalu, hehe. Dani anak BEM Fakultas, sedangkan Dina anak pergerakan Islam. Oke, inilah jembatan pemisah yang cukup jauh antara mereka berdua meskipun mereka sekelas. Jelaslah Dina gak mungkin mau sama cowok model kayak Dani. Namun, namanya manusia yang punya kecenderungan, ternyata Dani beneran suka sama Dina. Serius suka. Dani yang ngebet banget sama Dina gak berhenti ngejar-ngejar Dina yang udah punya pemahaman gak mau pacaran *ya iyalah, masa aktivis Islam pacaran? OMG Helloww*

Singkat cerita, namanya hidayah itu kalo dijemput pasti dia akan datang ke kita. Alhamdulillah Dani dapat hidayah. Ngajilah dia di tempat yang sama dengan Dina. Tapi posisinya, Dina sudah lebih jauh di atas Dani. Emang dasarnya Dani pantang menyerah, dia tetep aja nguber-nguber Dina. Mungkin Dina kasian juga liat Dani udah ngos-ngosan ngejar dia, akhirnya Dina Cuma nyeletuk, “Kalo berani, ke rumah aja”. And you know Pemirsah? Dani beneran ngelamar Dina di depan orang tuanya!!! Haha, awesome. Kenapa? Karena waktu itu Dani sama Dina masih semester 5. Haha, saya gak kebayang model saya pas semester 5. Masih kacau balau 😀 Akhirnya mereka menikah. Dan menjelang pernikahan, Dani punya cara yang menurut saya gokil banget buat ngasihtau ke teman-teman sekelasnya. Jadi ceritanya pas lagi gak ada dosen. Dani tiba-tiba berdiri.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Dani untuk mengheningkan cipta, eh mengheningkan suasana kelas.
“Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab teman-teman sekelasnya.
“Teman-teman mohon perhatiannya, ada yang ingin saya sampaikan ke teman-teman sekalian,” kata Dani kemudian.
Teman-teman sekelasnya penasaran. Apalagi beberapa cewek yang emang jadi secret admirernya Dani.
“Saya akan menikah….,” kata Dani.
Sontak semua heboh dan bertanya-tanya dengan siapa Dani akan menikah. Dina juga tidak kalah terkejut dengan teman-temannya yang lain.
“Bagi yang akan menikah dengan saya, saya harap berdiri,” kata Dani seolah menjawab pertanyaan teman-temannya.

Saya bisa bayangin ekspresi Dina waktu itu. Haha, pastinya kaget banget. Saya aja kalo digituin mungkin bakal jauh lebih shiock daripada dia.
Singkat cerita, Dina akhirnya berdiri dengan wajah merah menahan malu. Cukup sensasional sih dan menurut saya romantis haha 😀 Di akhir saya baru tau kalo Dina dan Dani adalah teman seangkatan suami ustadzah saya. Hmm, dunia ini emang sempit ^^

Sekarang, mereka berdua sedang menanti kelahiran anak pertama dan keduanya sudah lulus S2 dari Taiwan National University. Barakallah buat Mbak Dina dan Mas Dani hehehe. Wish you both all the best. Thanks for giving such a romantic story.

Ini adalah cerita ajaib pertama. Dan kedua datang dari seorang Mbak yang lain. Sebut saja namanya Renia. Saya kenal cukup baik dengan beliau karena beliau dulu sempat satu rumah dengan saya dan kami pernah satu tim halqah *sebutan untuk pembinaan intensif*

Suatu malam beliau datang ke kontrakan saya dan mengantarkan undangan pernikahan beliau. Saya sudah lama menebak bahwa beliau akan menikah. Dan ketika saya tau, saya tidak se-shock teman-teman saya. Soalnya Mbak Renia yang imut-imut itu akhirnya nikah juga hehehe 😀 Namanya juga penasaran, akhirnya saya nanya deh dengan siapa beliau menikah. Dan ternyata beliau mengisahkan cerita yang membuat saya merasa seperti nonton drama, haha 😀
Suami beliau adalah seseorang yang sudah beliau kenal sejak SMP. Bermula dari lomba IT. Waktu itu Mbak Renia sangat berminat dalam dunia IT. Dan sejak SD mbak Renia selalu no.1. Orang pertama sekaligus cowok pertama yang sukses membuat Mbak Renia berada di posisi ketiga adalah suaminya sekarang. Waktu itu jelaslah mbak Renia gak bakal tau kalo cowok absurd dan rada autis itu bakal jadi suaminya sekarang. Mbak Renia nyaris gak bisa menerima kenyataan kalo dia akhirnya berada di posisi ketiga dan kalah dari seorang murid yang sekolahnya bahkan gak pernah menang lomba. Orang itu juara I pula.

Singkat cerita, ketika mereka SMA, mbak Renia yang dapat amanah ngurusin dakwah remaja ketika itu sering bolak-balik sekolah untuk ngisi pengajian umum di sekolah. Dan kalo dakwah remaja itu, sering banget ngadain acara cowok-cewek aka ikhwan-akhwat. Saat mbak Renia lagi down dengan banyak masalah, tiba-tiba cowok itu muncul lagi. Haha, dunia itu sempit, mamen. Dan satu-satunya orang yang berani nyebut nama Mbak Renia adalah cowok itu. Yah, mbak Renia terkenal lumayan killer di depan cowok-cowok. Makin kesel dah dia. Dan pas tau kalo ternyata si cowok itu juga sudah halqah dengan pembahasan yang setingkat di atas mbak Renia, makin sebel dah sama tuh cowok. Ini kali kedua Mbak Renia dikalahin sama orang yang sama *kok kayak saya ya? Saya dulu gak suka dikalahin sama cowok :P* Akhirnya sejak saat itu Mbak Renia belajar mati-matian biar bisa ngalahin orang itu. Kemudian dia sadar kalo memahami dan berjuang untuk Islam itu bukan karena apa atau siapa tapi karena Allah semata. Akhirnya mbak Renia berhenti mengejar orang itu dari sisi prestasi. Tapi, banyak yang kenal sama orang itu dan sering nyeritain orang itu ke Mbak Renia bikin dia jadi tambah kesel. Tapi, ternyata ketika itu dia sadar kalo dia juga suka sama orang itu. Apalagi pas tau kalo orang itu akhirnya kuliah di jurusan IT sementara beliau yang udah mati-matian memperjuangkan biar bisa masuk IT akhirnya harus pasrah kuliah di Pendidikan Dokter.

Beberapa tahun gak ketemu dan Mbak Renia juga udah lupa sama orang itu, ternyata ketemu lagi di SNS *Social Networking Site* aka Sosmed. Mbak Renia gak nyangka kalo orang itu berubah. Ya, semua orang bisa berubah. Muka aja bisa berubah sekarang. Singkat cerita, akhirnya Mbak Renia memutuskan untuk menikah dengan suaminya itu. Dan ternyata Mbak Renia gak bertepuk sebelah tangan. Hahaa, sweet ending ^^ Satu lagi yang hampir lupa, suami Mbak Renia semasa SMA adalah murid suaminya ustadzah saya yang tadi saya ceritain sebelumnya. Hohoho, dunia emang bener-bener sempit. Sama seperti nemu orang yang mirip setelah berapa tahun 😛

Ini akhir cerita kedua. Cerita ketiga datang dari tentor les saya saat kelas XII. Cerita ini baru saya dengar tadi pagi saat salah satu sahabat saya menelpon dan mengatakan bahwa tentor saya itu menikah dengan teman sekelasnya di SMA dulu. Tentor saya dan suaminya adalah teman sekelas kakak sahabat saya itu. Haha, lagi-lagi dunia sempit 😀
Sebelumnya ada lirik yang mungkin mirip sama cerita tentor saya ini.

Being born in the same country
Talking in the same language
We’re so lucky, it’s such a relief
Nothing is for certain in this world

Saya kenal tentor saya dari sahabat saya saat SMA. Beliau adalah teman sekelas kakak sahabat saya. Dari situ juga saya tau tentang suami tentor saya itu. Teman saya menceritakan tentang kisah anak-anak pintar di sekolah kakaknya, termasuk tentor saya dan suaminya. Namanya juga teman sekelas pastinya ya biasa aja kalo minta tolong meskipun cowok ke cewek. Tapi saya setelah mengkaji Islam jadi aneh kalo ngomong sama teman cowok. Mungkin karena gak biasa hehe 😀 Jadi waktu mau masuk kuliah, suami tentor saya minta tolong ke tentor saya buat dicariin kenalan. Soalnya kuliahnya di luar kota, jauh dan gak ada saudara. Tentor saya yang emang aktivis Islam jelaslah ngarahin suaminya ini *waktu itu statusnya masih teman sekelas* ke orang yang juga aktivis Islam. Akhirnya dititipilah suaminya itu ke seorang Ustadz yang sekarang lagi naik daun gara-gara postingannya di SNS. Alhamdulillah, akhirnya suami menjemput hidayah di Ibukota Indonesia Raya. Dari sana akhirnya suaminya merintis dakwah di salah satu Sekolah Tinggi milik pemerintah di Ibukota. Dan sampai sekarang masih istiqomah.

Tahun lalu saya diberitau oleh sahabat saya yang lain bahwa tentor saya itu akan menikah dengan orang yang juga dari kampung halaman saya, Kendari. Saya pikir, siapa ya ikhwan Kendari di Jakarta? Kok saya gak kenal? Saya waktu itu gak mikir sampe ke sana. Mana mungkin juga tentor saya nikah sama temannya itu. Gak ada pikiran dah. Dan tadi pagi teman saya menelpon. Mengabarkan bahwa tentor saya itu akhirnya menikah dengan teman sekelasnya yang dulu ditolong pas mau masuk kuliah. Hahaha, bener-bener gak disangka. Jodoh itu deket banget. Ya, emang gampang aja sih bagi Allah nyiapin skenario pertemuan. Nyiapin skenario kehancuran jagad raya aja Allah bisa. Gak ada yang gak mungkin. Selamat deh buat Kak Yana dan Kak Juned. Selamat menunggu kelahiran anak pertamanya. Semoga lancar ^^

3 cerita tadi Cuma bisa bikin saya bilang, Subhanallah. Sutradara perfect emang Cuma Allah semata. Bagaimanapun seorang berusaha, hasil emang Cuma Allah yang nentuin. Saya yakin banget beliau-beliau di atas pasti gak pernah nyangka kalo suami atau istri mereka sekarang akan jadi suami atau istri mereka. Kayak saya yang sekarang punya pria idaman tapi mungkin aja suatu saat bakal lain hasilnya dan itu pasti gak disangka-sangka. Jika saya gak bisa, seluruh jagad raya juga gak bisa 😀

Trus, respon buat tulisan Nio? Hmm, buat yang masih pacaran sekalipun lulusan pesantren dan universitas dengan label Islam, pikir-pikir lagi kalo mau maksiyat. Sayang banget tuh ilmu Cuma ngendap aja. Dan buat jomblo setengah hati, gak usah buru-buru, gak usah resah bin galau. Allah sudah nyiapin cerita yang indah buat kalian semua *termasuk saya :D* Buat para pengemban dakwah yang sekarang banyak godaan di usia 20-an, saran saya siapkan baik-baik dan yakinlah jika kita menolong Agama Allah, Allah akan menolong kita. Seperti janjiNya. So, siapkan, jangan sampai hal ini mengalihkan perjuangan. Saya pun terkadang begitu. Mungkin karena frame orang-orang tentang cinta termasuk pernikahan hanyalah sebatas pada “Aku dan Kamu”, jadilah terkadang di bayangan dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak 😀

Sekali lagi, pernikahan pengemban dakwah itu bukan hanya aku dan kamu, tapi kita. Suami atau istri bukan milik sendiri tapi milik umat. Maka, bersiaplah untuk membagi suami atau istri kelak dengan umat ini karena umat butuh mereka. Dan pernikahan pengemban dakwah itu bukan pernikahan yang romantis melulu. Karena pernikahan pengemban dakwah ibarat pernikahan superhero atau pernikahan seorang agen misi. So, buat para akhwat jangan terlalu berharap. Bayangin aja dulu gimana istri Khalid bin Walid yang selalu ditinggal jihad oleh suaminya? Istri Zaid bin Haritsah yang harus rela melepaskan suaminya ke medan jihad. Istri Rasulullah SAW, istri para Khalifah yang pastinya kayaknya jarang banget nemuin sesuatu yang romantis. Karena kebahagiaan itu gak selalu muncul di saat-saat romantis. Buat para ikhwan juga jangan kepedean. Izinkanlah istri kalian kelak untuk tetap berdakwah sebagaimana ketika ia masih single. Izinkanlah istri kalian menjalankan kewajibannya kepada Allah dan RasulNya. Relakanlah istri kalian untuk membagi pikirannya dengan umat ini. Saat itu saya yakin, kalian pasti akan mengetahui seberapa tangguhnya perempuan yang kalian pilih. Selamat menyiapkan semuanya, selamat berdoa, selamat menjalani episode kehidupan yang penuh kejutan ini ^^ Have a nice weekend 😀 Wallahu ‘alam bi ash shawaab.

Shelter, August 3rd 2014. 10:20 AM. Let’s get up!

 

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

8 thoughts on “Episode; Kejutan Itu Bernama Jodoh

    1. Haha, makasih zi. Semoga kamu gak ngos2an baca tuh tulisan super panjang dan gak berjeda (kayaknya) 😀
      Tapi, kemampuan nulisku belum teruji kalo aku belum selesai nulis skripsi *eh 😛

      Semoga menginspirasi ^^

      1. nggak kok, aku santai bacanya, ngalir aja gitu enak kayak denger orang lg ngomong depan mata 😀
        haha aduh itu mah beda plisss, bahasa ilmiah kalo skripsi :p

  1. haha, km org kdua yang blg gitu setelah mbak nurul 😀 Aku berbakat jd tukang baca cerita rupanya :p

    Yaah, justru krn bahasa ilmiah. aku dari dulu cuma bisa nulis freestyle model penduduk blog 😀

    Ok deh, nanti aku mau buat antologi jodoh2an siapatau bs dijadiin suvenir 😛

    1. hahaha, mb mau dicariin kah? 😛

      Iya, ini masih nyari objek buat ditulis. Mau dibikin Antologi “Jodoh Pasti Bertemu” *eaaaa 😀
      Dikumpulin jd selusin dulu :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s