Tomodachi*

tumblr_lcv62hSvOY1qf7lkvo1_500Waktu kecil saya pernah dikasihtau, kalo misalnya ngeliat jam yang angka jam sama menitnya sama, berarti ada orang yang lagi kangen sama kita. Waktu itu sih saya cuek aja. Karena saya jarang ngeliat jam yang angka jam sama menitnya bertepatan. Tapi, beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali melihat angka jam dan menitnya sama. Entahlah, mungkin kebetulan. Saya juga gak mau terlalu percaya. Kalo pun ada yang kangen sama saya, saya juga gak tau siapa. Tapi, kemarin saya benar-benar dapat kejutan. Kejutan kecil yang tetap saja sukses membuat saya senyum sendiri dan berbunga-bunga *eaaaaaa

Kejutan-kejutan kecil itu datang dari sahabat-sahabat saya sewaktu SMA. Sahabat seperjuangan dalam mengarungi dan belajar tentang arti hidup yang sebenarnya. Dan saya baru sadar bahwa sudah hampir 4 tahun kami berpisah. Dipisahkan oleh cita-cita yang masing-masing kami kejar. Namun, ada cita-cita yang lebih besar dari itu, yakni cita-cita meraih ridho Allah SWT dengan penerapan SyariahNya secara kaffah dalam naungan Khilafah.

Kejutan pertama datang dari sahabat saya sejak SMP. Fitri yang sering saya sebut Bu Dokter karena memang dia calon dokter. Saya masih ingat pertama kali kami bertemu ketika akan berangkat untuk daftar ulang masuk SMP. Kebetulan kami satu kelompok MOS dan sekelas sampai kelas 3 SMP. Karena itulah kami selalu bersama meskipun sebenarnya dia sudah punya sahabat dekat sejak kelas 1 SD. Kenangan tak terlupakan adalah saat kami pertama kali naik eskalator di mall. Waktu itu saking bahagianya ketika toko buku terbesar di kota kami baru saja dibuka. Sejak saat itu kami rajin kesana meskipun hanya sekedar melihat-lihat. Tidak hanya itu, kami selalu menabung untuk membelikan hadiah bagi teman-teman yang lain. Dia juga sering sekali mengajak saya pergi dan mentraktir saya es krim. Dia juga adalah siswa terpintar saat itu, khususnya Matematika. Sayangnya dia tidak terlalu bisa menjelaskan sehingga sayalah yang menjadi juru bicaranya untuk menjelaskan ke teman-teman yang lain. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah berbeda. Karena sekarang dia adalah seorang pengemban dakwah. Seorang dokter umat yang pastinya harus cerewet.

Dan saat SMA pun kami juga sekelas di kelas XI dan XII. Di akhir kelas XII kami pernah bermimpi untuk berjalan bersama di atas koridor Fakultas Kedokteran namun ternyata Allah memberi dia kesempatan dan saya berjalan di koridor fakultas lain. Dan diantara sekian banyak orang hanya dia yang selalu menelfon saya bahkan berjam-jam. Meski hanya sekedar bercerita tentang apa yang dia pikirkan. Satu lagi, dulu dia sangat pintar menulis puisi. Seberapapun aku mencoba membuat yang sebagus puisinya, tetap saja tak bisa menyaingi puisi buatannya.

Kemarin dia tiba-tiba bilang bahwa dia sangat merindukan saya. Saya bahkan tidak bisa membayangkan kenapa tiba-tiba dia lebay seperti itu. Sepertinya dia belum tahu bahwa saya adalah orang yang paling tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan cara yang diharapkan orang lain. Saya hanya tersenyum sendiri. Semoga saja kemarin dia sedang membayangkan saya sedang tersenyum padanya. Makasih ya, Bu Dokter. Makasih buat kata-katanya. Makasih karena sudah membuat diri ini merasa berarti untukmu. Jazakillah khair. Uhibbuki fillah, ukhty ❤

Kejutan kedua datang dari sahabat saya yang lain. Seperti Fitri, dulu dia selalu bisa saya andalkan. Meskipun awalnya kami tidak terlalu akrab. Nunung, sahabat Fitri sejak kelas 1 SD hingga SMA. Bahkan sampai sekarang. Gadis pendiam tapi memendam sejuta bakat. Dia penuh percaya diri dan selalu melakukan yang terbaik. Dia akan selalu mempertahankan apa yang menurutnya benar. Makanya, dia bisa jadi debater yang keren. Jika bukan karena dia, saya tidak akan pernah ikut kompetensi debat. Selama lomba debat Bahasa Inggris pasti kami selalu jadi partner. Dan di tahun terakhir kami di SMA, kami akhirnya berhasil menjadi runner up lomba debat yang sudah kami ikuti sejak kelas XI dan selalu hanya bisa sampai semi final.

Setelah sekian lama lose contact, kemarin malam dia menelfon saya. Rasanya kembali bernostalgia ketika di SMA. Dan dia belum berubah. Tetap Nunung yang percaya diri, optimis dan keras kepala. Dia benar-benar tipe O. Hanya saja, sekarang dia sudah lebih cerewet dari yang dulu. Tapi, dia masih kritis seperti dulu. Makasih ya Nung. Makasih karena sudah telfon dan masih ingat sama aku. Aku harap suatu saat kamu bisa kembali dalam barisan perjuangan ini sebagai Nunung, sahabatku. Love you in Allah as always ❤

Tidak lupa 3 akhwat super yang kupanggil Aoi, Chairo dan Midori. Sahabat sewaktu SMA yang juga masih akrab sampai hari ini. Mereka selalu membuat hariku tak pernah sepi dengan celotehan di whatsapp, BBM ataupun LINE. Ah, minna hontou ni aitakatta.

Chairo, makasih ya buat balasan suratnya. Speechless bacanya. Shock tau tiba-tiba nulis di note dan dicomment banyak orang itu memalukan. Berasa dapat surat dari penggemar *gayaaa Dan gak nyangka Chai bisa sebegitu puitisnya. Tulisan dari hati emang selalu menyentuh. Meskipun tidak akan mungkin menuliskan kalian hanya dalam lembaran-lembaran Microsoft Word. Terlalu banyak hal yang tidak bisa kutuliskan tentang kalian. Bahkan surat yang 2 lembar bolak-balik itu juga masih terlalu pendek untukku.

Sekarang saya mengerti. Lebih tepatnya baru ingat bahwa manusia memiliki kecenderungan yang disebut naluri. Hati ini memiliki begitu banyak ruang yang diisi oleh sesuatu bernama kenangan. Dan setiap ruangan memiliki hal yang berbeda dan tidak tergantikan.

Seperti halnya kalian. Kalian memiliki tempat istimewa di sini. Tempat yang tidak bisa tergantikan oleh sahabat-sahabatku yang saat ini bersama di tempat ini. Bukan berarti mereka tidak berarti bagiku. Hanya saja tempat kalian berbeda. Dan tempat itu tak bisa tergantikan. Meski rasa untuk kalian semua tetap sama. Semoga rasa ini ada karena Allah semata sehingga suatu saat kita bisa dikumpulkan kembali dalam naunganNya.

Seperti puisi yang berbunyi :

“Ketika seseorang datang dalam hidupmu maka itu adalah sesuatu yang besar. Karena ia membawa seluruh kehidupannya bersama dengannya”.

Ya, puisi itu tidak salah. Maka dalam hubungan apapun, menerima adalah niscaya. Karena setiap orang memiliki banyak ruang dalam hati mereka. Memiliki banyak sisi dalam hidup dan diri mereka.

Mungkin begitu juga denganmu. Hal yang baru saja kutemukan dari sahabat-sahabatku. Bukan karena aku tak berarti bagimu, hanya saja ada tempat yang takkan bisa kutempati di dalam hatimu. Tempat yang hanya bisa diisi oleh mereka yang kau sebut “teman”.

 

Tomodachi : Teman

Shelter, June 15th 2014. 09:36 PM.

pic from we heart it

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

4 thoughts on “Tomodachi*

  1. Memang ya temen semasa SMP & SMA itu sangat special,,, tp sayangnya jalan yang dilalui berbeda…. hanya bisa berdo’a seoga temen2 ku juga bisa mendapat hidayah. Alangkah bahagianyaaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s