Mencintai Itu Juga Dipelajari

“Cara tercepat untuk mendapatkan pengetahuan adalah dengan belajar”

(Syaikh Taqiyuddin An Nabhani)

            Quote ini saya temukan di kamar seorang Mbak ketika menginap di kontrakannya. Waktu itu saya belum tau kalo ternyata quote ini ada di dalam kitab Mafahim Hizbut Tahrir yang ditulis oleh Syaikh Taqiyuddin An Nabhani. Akhirnya, quote ini saya tulis ulang dan saya tempel di dinding kamar kost saya waktu saya masih maba dulu hehe 😀

            Quote itulah yang akhirnya memotivasi saya belajar bahasa Jepang yang merupakan jurusan saya di bangku kuliah. Karena pada awalnya saya sama sekali tidak tahu bahasa Jepang. Cuma tau dikit-dikit. Tapi kalo soal nulisnya, saya sama sekali gak bisa. Butuh waktu yang lumayan lama sampai saya benar-benar bisa bahasa Jepang. Akhirnya, saya pun menyukainya.

            Ngomongin soal cinta (lagi) nih. Haha, intermezzo. Tapi, semoga tidak menghilangkan ibrah. Karena cinta itu seluas langit dan samudera, mamen 😀 Oke deh, balik ke laptop eh pembahasan. Kalo orang Jawa bilang, cinta itu datang karena terbiasa. Kalo saya bilang, cinta itu bisa dipelajari. Karena belajar makanya terbiasa dan akhirnya cinta deh hehe *maksa

            Kalo ngomongin soal belajar mencintai, mungkin masih banyak yang mikir sebatas kepada pasangan alias rumah tangga kelak. Tapi, ada hal yang mungkin kita lupakan.

            Ingat gak waktu pertama kali kita mengkaji Islam? Mulai penasaran, habis itu nyari tau, berdiskusi dan mulai belajar mencintai segala sesuatu yang berbau Islam. Termasuk ketika mencintai jilbab yang kita pake disaat jilbab belum trend dan semua orang menertawakan kita dengan jilbab kita. Kita pun juga akhirnya harus belajar mencintai dakwah, halqoh, musyrifah, teman sekontrakan, teman seperjuangan dan semua hal yang dulunya asing bagi kita sebelum kita mengenal Islam.

            Semua itu adalah proses. Proses belajar untuk mencintai. Dimulai dengan mengenal kemudian berusaha untuk menerima meski terkadang harus merasakan sakit karena ada yang tidak sesuai dengan harapan. Tapi, kita tetap berusaha untuk membuktikan cinta yang sudah kita pelajari.

            Mungkin, terkadang kita merasa lelah, malas, frustasi atau bahkan ingin menyerah dan putus asa saat dakwah ini tak kunjung membuahkan hasil. Setiap hari ke kampus untuk kuliah. Setelah kuliah atau sebelumnya interaksi ideologi Islam dulu ke teman-teman kampus. Kadang ditolak, diajak ngobrol gak respon, sms gak dibalas, chat gak digubris, telepon gak diangkat dan berbagai macam kisah sedih nan menyayat hati. Namun, karena sudah terbiasa kita tetap cinta bahkan sekalipun itu menyakitkan. Karena rasa sakit itu dikalahkan oleh cinta. Dan kesemuanya itu kita pelajari.

            Jika kita bisa belajar mencintai makhluk yang jauh dari sempurna, kenapa tidak untuk belajar mencintai Allah Yang Maha Sempurna, mencintai RasulNya yang mulia dan mencintai jalan yang ditapaki oleh RasulNya (dakwah)? Masihkah kurang pelajaran dari para shahabat ketika mereka mengenal Islam dan belajar mencintai Islam dengan segenap jiwa mereka?  

            Begitulah cinta, begitulah dakwah, Kawan. Di sinilah kita belajar. Belajar mencintai dengan segenap hati dan pikiran kita. Untuk Allah, untuk RasulNya, untuk Islam dan kaum Muslimin.

            Jangan berhenti belajar. Jangan malas belajar. Karena tak satupun di dunia ini yang diperoleh tanpa belajar termasuk mencintai. Selamat belajar!

Wallahu a’lam bi ash shawaab

Khairunnisa, February 19th 2014. 04:59 PM. Kangen nulis.

 

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s