Welcome New Year

Tahun lalu saya menulis puisi judulnya Kembang Api. Waktu itu emang malam tahun baru dan karena berisik sampai gak bisa tidur. Daripada nganggur mending nulis. Dan karena gak tau mau nulis apa, akhirnya coret bait demi bait. Jadi deh puisi.

Malam tahun baru kemarin saya tidak menulis apa-apa. Sudah terlalu lelah untuk memaksa jemari ini menari di atas keyboard. Akhirnya saya hanya mengucapkan beberapa kata dalam hati sebelum tidur kemudian berharap semoga suara kembang api dan dangdutan di sekitar rumah segera lenyap.

Tahun baru. Setiap tahun sama saja. Perayaan, senang-senang dan kesan di tahun sebelumnya. Ya, tahun 2013 punya kesan tersendiri bagi saya. Begitu pun bagi banyak orang yang menginginkan kebaikan atau bahkan cuek dengan kehidupan. Kebanyakan bilang, ya udah jalanin aja seperti air mengalir. Tapi, bagi saya hidup seperti air mengalir itu tidak terasa tantangannya. Iya kalo ngalirnya ke telaga jernih. Kalo ke comberan?

Orang-orang menyambut tahun baru dengan suka cita tapi sedikit sekali yang bermuhasabah. Malah sebaliknya, maksiat semakin marak.

Hmm, tahun 2013 menyisakan banyak kenangan. Saya masih ingat di bulan Januari tahun lalu saya mulai dekat dengan seorang teman yang alhamdulillah sekarang menjadi bagian dari perjuangan menegakkan Syariah dan Khilafah. Awalnya saya melihat tweetnya dan kemudian saya follow. Beberapa bulan kemudian, ia akhirnya mau mengkaji Islam setelah ikut acara Ustadz Felix Y. Siauw dan saat itu juga dia yang baru berkerudung akhirnya menyempurnakan hijabnya dengan jilbab. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih bersama di dakwah kampus. Bulan Februari saya berkenalan juga dengan seorang teman yang unik. Darinya saya banyak belajar. Di tahun lalu pula, sebuah perhelatan akbar digelar. Muktamar Khilafah 2013 yang dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai dari Mei-Juni. Puncaknya adalah tanggal 2 Juni 2013. Saya masih ingat waktu itu semua bekerja keras demi terselenggaranya acara tersebut dan tersampaikannya opini tentang    Khilafah ke tengah-tengah kaum Muslimin. Alhamdulillah, dengan Nashrullah, Muktamar Khilafah 2013 sukses diselenggarakan. Dan bahagianya saya juga bisa ikut acara puncak di Jakarta yang sempat membuat saya berlinang air mata saking bahagianya dengan resiko Jakarta yang luar biasa menguji kesabaran.

Tidak lupa sebuah forum bina akrab sebelum Ramadhan yang diperuntukkan bagi para syabah dakwah kampus menambah semarak kebersamaan di tahun 2013. Tahun lalu juga saya berkesempatan untuk kembali pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan sahabat-sahabat seperjuangan saya sewaktu SMA. Bercerita dan berbagi banyak hal serta saling mendukung satu sama lain. Di bulan Agustus pula, adik sepupu saya lahir. Seorang bayi perempuan lucu dan cantik yang saya beri nama Zaskia Fakhrunnisa Ramadhani. Sekarang dia sudah besar lho. Ah, jadi kangen 😀

Pada bulan September diadakan aksi menolak Miss World. Mulai dari longmarch sampai meminta petisi untuk penolakan Miss World. Di bulan Oktober 2013 juga kembali digelar sebuah acara regional yakni Musyawarah Besar Aktivis Mahasiswi yang akhirnya menjadi tonggak bersatunya opini aktivis mahasiswi muslimah untuk kembali mereposisi peran mahasiswa tidak hanya sebagai alat pembangunan dari sisi ekonomi tetapi lebih dari itu, mahasiswa adalah pemegang kunci perubahan menuju peradaban gemilang yang hanya bisa diwujudkan dengan tegaknya Khilafah.

Menyusul acara khusus intelektual bertaraf internasional yang menurut saya luar biasa keren, yakni Jakarta International Conference of Muslim Intellectual (JICMI) pada tanggal 14-15 Desember 2013. Kemudian ada Konferensi Ibu Nusantara yang digelar diberbagai kota. Tidak ketinggalan aksi masyiroh sepanjang tahun 2013, mulai dari menolak disahkannya RUU Ormas, Pembantaian kaum Muslimin di Mesir sampai Penyadapan oleh kedubes AS dan Australia. Dan tarhib menjelang Ramadhan. Semua tersusun rapi di memori kaleidoskop saya di tahun 2013. Berikut aksi menolak penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia. Dan di akhir 2013 pula saya mendapat sebuah amanah baru yang jauh lebih besar dari sebelumnya selain bergabungnya saya di tim dakwah yang baru. Semoga saya bisa senantiasa menjaga janji saya untuk memenuhi amanah ini.

Namun, tahun 2013 juga menyisakan duka. Ketika dakwah harus ditinggal oleh permatanya menghadap keharibaan Illahi Rabbi, Allah Azza wa Jalla. Rasa duka langsung menyelimuti. Juga rasa iri terhadap aktivitasnya yang luar biasa meski dalam keadaan sakit parah. Alhamdulillah ukhti, Allah begitu sayang pada anty.

Satu harapan saya yang tidak akan pernah mau saya padamkan adalah harapan akan kembalinya Khilafah Rasyidah yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya. Semoga tahun ini adalah tahun dimana Allah menurunkan pertolongannya bagi dakwah ini dengan tegaknya Khilafah yang kedua. Aamiin.

Welcome New Year, keep spirit for the struggle to reestabilish Khilafah Islam.

January, 2nd 2014.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s