Kejutan Tahun Baru

Sumpah, ini bener-bener bikin saya shock. Pasalnya saya sampai speechlesssaking shocknya coba. Emang sih, tahun 2014 udah seminggu, tapi ternyata banyak kejutan dalam minggu ini. Mau tau apa kejutannya? Hmm, mau tau aja atau mau tau bangeeet? Hmm, kasihtau gak yaa? Halah, udah deh. Lama. Yuk, kita lihat apa kejutannya.

 1.    Drama Penembakan (Terduga) Teroris

Ini adalah peristiwa yang sangat bikin shock sampai sedih dan miris. Kenapa? Pasalnya, malam tahun baru, orang-orang biasanya pesta. Mainan kembang api sampai pagi, tiup terompet sampai nafas habis, dsb. Waktu malam tahun baru saya seperti ada di Jalur Gaza. Kembang apinya rame banget. Apalagi ditambah dengan dangdutan. Hampir aja saya sama teman saya nyabot tuh acara taun baruan. Untung saya udah ngantuk *eh

Oke, malam tahun baru minggu lalu terjadi peristiwa penembakan terhadap beberapa orang (terduga) teroris. Jumlahnya saya lupa. Kalo tidak salah ingat dari 9 orang yang dikejar ada 5 yang (berhasil) ditembak mati. Jahatnya, mereka baru terduga. Belum jadi tersangka. Dan begonya yang jelas-jelas teroris gak pernah diberlakukan sampai main habisi kayak yang dilakukan Densus 88. Dan gaya mereka tuh sengak banget tau gak? Bener-bener udah kayak pahlawan gitu habis ngebunuh 5 orang yang belum tentu bersalah dengan dugaan teroris. Sumpah, itu bener-bener bikin gue pengen muntah. Apanya yang Anti Teror? Orang-orang haus darah itu justru nebar teror. Carmuk banget. Saking gak ada kerjaan, mereka akhirnya bikin drama sendiri. Di sela ledakan kembang api, mereka juga nembakin orang-orang yang baru diduga teroris.

Emang selama ini selalu aja Islam yang kena getah kalo udah ngomongin teroris. Sumpah nih pemerintah udah bener-bener kemakan sama gossip murahan AS terkait War On Terrorism. Hellow, akalnya dibawa kemana? Katanya Negara hukum, pake hukum positif, praduga tak bersalah, dsb. Tapi, untuk orang Islam yang celananya rada cingkrang, jenggotan, rajin sholat berjamaah di masjid dan sholat sunnah justru boleh langsung dihabisi tanpa peradilan.

Udah gitu, mereka nyebarin gossip murahan yang bikin mayat korban gak diterima oleh warga sekitar karena merasa bahwa orang-orang itu adalah aib. Kurang apalagi hah? Puas loe semua? Saya Cuma bisa berdoa semoga Allah membalas mereka semua dengan balasan yang setimpal untuk apa yang sudah mereka lakukan ke orang-orang gak bersalah itu.

 2.    Mulai Diberlakukannya JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)

Kekesalan dan keheranan saya belum selesai karena drama Densus 88, ada lagi kebijakan ngawur super egois yang diberlakukan oleh pemerintah yang rezimnya udah hampir berakhir. Ya, JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. Kalo sebelumnya ada Askes atau Asuransi Kesehatan dan Jamkesmas, mulai tahun ini diberlakukan JKN yang sistemnya hampir sama dengan Askes tapi lebih kurang ajar lagi. Jadi, setiap kepala yang terdaftar sebagai warga Negara Indonesia wajib membayar iuran sebagai jaminan agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan dan itu bukan pilihan tapi WAJIB. Wajib, Pemirsah. Tapi, meskipun udah kelihatan cantik pengaturannya, ujung-ujungnya kembali bikin rakyat sengsara. Karena ternyata setiap perusahaan juga wajib membayar iuran kesehatan untuk karyawannya. Itu berarti kan biaya produksi bertambah dan bisa jadi harga-harga juga melambung tinggi. Kalo harga sudah melambung tinggi, daya beli pasti turun dan orang miskin makin banyak. Kalo orang miskin makin banyak, kriminalitas meningkat, bunuh diri meningkat dan harga diri pasti diobral. Naudzubillah. Padahal udah di akhir pemerintahan masih aja bikin kebijakan super egois. Maunya apa sih? Belum cukup apa ngejual Negara ini? Sekarang rakyatnya juga dibunuh perlahan. Masihkah kita berharap sama orang-orang dengan sistem seperti ini di Pemilu 2014? Kalo saya sih, gak Cuma golput. Ganti sistem. Revolusi.

 3.    Harga Elpiji (Kembali) Melejit

Ada drama lagi selain drama korupsi di awal tahun ini yang sempat bikin saya pengen ngakak saking begonya yang bikin skenario. Saya juga gak tau, apa karena beberapa waktu ini selalu hujan, tiba-tiba aja harga elpiji 12 kg langsung melejit. Dan lucunya Presiden negur lewat twitter. Hellow, Anda Presiden, Tuan. Anda Bosnya. Kenapa beraninya negur lewat Twitter? Dan saya kasihan sama Pertamina, kalo ada apa-apa selalu aja duluan dijadiin kambing jantan eh kambing hitam. Padahal, sebenarnya gas itu udah dikasih Cuma-Cuma ke asing. Pas gasnya tinggal dikit, Pertamina yang disalahin. Udah gitu negurnya alay banget. Lewat twitter, Bo. Sumpah, terlalu!

Tapi ada kabar baiknya, setelah ditegur via Twitter ada kemungkinan elpiji bakal turun. Cuma bencananya adalah harga barang udah terlanjur naik dan kalo mau diturunin ya bakalan susah meskipun nantinya elpiji positif turun. Belum lagi kalo elpijinya nanti dioplos saking mahalnya. Bisa-bisa kasus elpiji meledak makin meningkat. Tepok jidat saya lihat kejutan-kejutan ini. Kira-kira setelah ini apa ya?

Saking rakyat sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah, sampai harus bikin drama pencitraan coba. Kurang kerjaan banget. Hal ini tentu akan berbanding terbalik di dalam Islam. Kalo dalam Islam, tugas pemerintah adalah mengurusi urusan rakyatnya. Pemerintah gak mungkin memata-matai rakyatnya apalagi sampai memfitnah dan menghabisi rakyatnya. Pemerintah juga gak akan menelantarkan rakyatnya dan sibuk dengan urusan pribadinya. Di dalam Islam jelas, kebutuhan pokok rakyat dijamin. Tersedianya kebutuhan pokok juga dijamin. Kesehatan, keamanan, dan pendidikan dijamin oleh Negara. Negara akan memberikan fasilitas terbaik untuk hal-hal tersebut. Sandang, pangan dan papan pun tidak perlu khawatir. Negara juga akan menjaminnya. Itulah sempurnanya Islam saat diterapkan dalam sebuah Negara. Dan sebentar lagi Khilafah Islam akan tegak kembali. Khilafahlah yang akan melindungi harta, darah, dan jiwa kaum Muslimin dan seluruh warga negaranya.

Sistem rusak bakalan keliatan boroknya. Kapitalisme yang dilindungi oleh sistem Demokrasi, semakin hari semakin keliatan busuknya. Dan sebentar lagi rakyat bakalan gak tahan dengan bau busuknya dan berteriak lantang untuk mengganti sistemnya. Dan saat itulah Islam akan menggantinya. Karena Cuma Islam satu-satunya sistem yang mampu memberikan kesejahteraan yang real tanpa omong kosong dan segala angan-angan picik seperti dalam sistem Demokrasi. So, tunggu apalagi? Udah saatnya berjuang untuk diterapkannya Syariah Islam dalam naungan Khilafah.

Wallahu ‘alam bi ash shawwaab

Multazim. January 7th 2014. 11.11 PM.

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s