Bahagia Itu Sederhana

Hehe tumben ini nulis beginian. Tapi, sorry ya, saya gak lagi galau kok. Kalo saya galau bisa langsung jadi trending topic *eh

Pada postingan kali ini saya ingin menulis tentang kebahagiaan. Ya, terinspirasi dari hasil obrolan dengan seorang teman beberapa waktu lalu. Silahkan disimak 😀

Setiap orang di dunia ini pasti pengen bahagia. Dulu, waktu saya baru jadi mahasiswa, di training khusus mahasiswa pas OSPEK, salah seorang trainer bertanya.

“Apa sih yang dicari manusia ini dalam hidup?”

Waktu itu semua mikir keras nyari jawabannya. Ya, gak ada yang bisa jawab. Sampai akhirnya sebuah kata muncul di layar. Happiness. Ya, kebahagiaan.

Apa sih definisi kebahagiaan buat loe semua? *eaaa

Banyak orang kalo ditanya bahagia itu yang kayak gimana, pasti jawabannya. Bahagia itu sederhana. Salah satunya adalah seseorang yang pengen bukunya diterbitkan oleh sebuah penerbit tertentu. Dia bakal bahagia banget kalo penerbit tersebut yang nerbitin. Kenapa? Usut punya usut ternyata dia suka sama logo penerbit itu. Haha, simple isn’t it? Bahagia itu sederhana, kawan.

Saat ini kita bisa melihat berbagai standar kebahagiaan. Bahagia itu kalo IPK 4,00, punya perusahaan sendiri, bisa membiayai diri sendiri, punya pacar/istri/suami yang cantik/cakep, punya anak yang lucu-lucu, dan masih banyak lagi. Ya, fitrah emang semua itu. Allah sudah menggariskan kok dalam al Qur’an. Bisa dicek sendiri di surat Ali Imran 😀

Tapi, kalo menurut saya kebahagiaan bagi seorang Muslim itu sederhana kok. Kebahagiaan bagi seorang manusia adalah ketika dia tau tujuan hidupnya. Dan Alhamdulillah seorang Muslim itu udah dikasih tau buat apa dia hidup.

Allah berfirman dalam QS. Adz Zariyat ayat 56

“Dan tidaklah Ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”.

Simple kan? Ya, simple kedengarannya tapi pembuktiannya itu lho pemirsah 😀

Tapi tenang, karena Allah gak nyuruh kita nyari jauh-jauh. Intinya adalah kebahagiaan yang sebenarnya bagi seorang Muslim adalah ketika Allah ridho pada dirinya. Lha trus, bagaimana seorang Hamba tahu bahwa Allah ridho terhadap aktivitasnya? Ya, tadi ketika si Hamba tadi beribadah kepada Allah. Pertanyaan selanjutnya, ibadah itu yang kayak gimana? Apa Cuma sebatas sholat, puasa, zakat, haji, dzikir, baca Qur’an? Oh, tentu tidak. Ibadah yang Allah maksud adalah menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. So, kunci kebahagiaan itu ya beriman kepada Allah dan menjalankan aturan Islam secara kaffah. Tidak hanya Hablu Minallah aja tapiHablu Minnafsih dan Hablu Minannas juga.

Jadi, bahagia itu sederhana kan? So, jangan cari kebahagiaan lain di luar Islam seperti Kapitalisme-Sekulerisme, Sosialisme-Komunisme, Demokrasi dan sejenisnya. Karena mereka gak akan pernah membawa kebahagiaan dalam hidup loe, bro & sis.

Sekali lagi, saya mau bilang. Kebahagiaan itu sederhana. Bahagia itu ketika Allah ridho. So, bahagia itu hanya bisa ditemukan dalam Islam Kaffah (Diterapkannya Syariah dan ditegakkannya Khilafah).

Wallahu ‘alam bi ash shawwaab.

Khairunnisa, January 7th 2014. Sebentar lagi (mau) hujan

Advertisements

Author:

Muslimah | 92 Line | INFP | Free Spirit "A" Type | Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia | Islam Rahmatan Lil 'Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s