I will Forgive My Self

Someone said that writing is a therapy. I agree. Until now I still consider it as therapy. I’m healing my self now with writing it self. And I’m on my way to forgive my self.

I have many things that make me disappointed with my self. I used to resent my self a lot. I always fail to make my life meaningful. I have so much care about the other but don’t care about my self and my life. I want to make my self happy in proper way. I want to find my own happiness but I always fail and ended up blame my self. I always envy about other’s life and never be grateful of my self. But if I can make another wish, I wish Allah helps me to make my self understand why I have to change and live properly. I wish Allah helps me to be more grateful about my self and my life. Maybe I can’t always walk in flower road, but I know that I have to do what I have to do as His servant. And it means that I have to make my self understand about my compulsories. I have to take care about my self. I have to live to the fully part. I have to concern about what I have do to become the best for the sake of Allah. 

Rather than showing what I’m doing now to heal my self, I choose to shut up my self and do everything secretly. I want to do everything for my self in silence. I’m on my way of my first move so I have to work harder than anyone else. I want to come to that world with a new refreshing mind. But I don’t want to hurry about that. I want to take my time and do my best.

Kendari, 29 Safar 1438. November 29th 2016. 08:03 PM.

Advertisements

I Wish I could Love My Self

There are so many times in my mind when the silence shouts louder than words can shout. I have so many thoughts that so hard to sort out. My feelings mix and turns into something I can’t define. I wish I could describe and define all of these thoughts and these feelings but I just can’t.  I wish I could tell the universe about what I think and what I feel. I cry so many times and resent myself for my undefined sins. I shut myself down and I do the same with my life. I escape from reality even if I’m so tired. I’m tired of runaway but I can’t help to do that and I keep doing that way. That’s right, I’m a loser. But I hate enjoy the time being a loser. Many things disappoint me and I don’t know how to fix those all. In the silence I scream. In the silence my grudge becomes bigger and bigger. I resent all of the memories that still hang in my mind. I hate those memories so much. An introvert like me can only being like this. Scream and shout in silence.

I used to hate myself so much. I want to be like other people outside. They can laugh freely. They can make friend with everyone. They can make decision about their life confidently. They can be themselves. They walk in this life without many concerns and worries. I wish I could live like them.

I used to care so much about the other. I always think of them. I always care about something important in their life but I was betrayed by my feeling. I thought they think and feel the same way as I did. But I was so wrong. And now I realize that the one I should care and love the most is myself. The one I should look after so well is myself. I can’t remain in the same position forever. I have to make a new move in my life. I have to make a change of my life. In order to continue my life, I have to continue walk on my path. I shouldn’t look back. Like this time is enough. This is all I need.

I should say thanks for all those pains and tears. I should say thanks to them who has broken my heart and tear it into pieces. Because of those things, I can grow up and gain strength. That’s right, what doesn’t kill you only makes you stronger. At least I live. Since I’m not die yet, I choose to live. That’s the only thing I can do. My life is precious present from Allah and I shouldn’t throw it away. I have gone through many things in this 24 years of my life. Even though I still don’t have any achievement yet, I want to continue my life as I am.  I want to continue live and do my best. I want to enjoy every process and episodes of my life. There’s nothing wrong being an introvert. There’s nothing wrong being an INFP. I just have to manage it properly so that I can live as Allah pleased. In Allah’s way.

First, I was so hard to accept myself. I can’t accept that I’m an introvert and an INFP. I found it’s hard to face my days. But now I think I can adapt to it. This is me, an INFP person. Maybe I can’t make friend with everyone, but I’m still have a few friends I can trust. They always cherish and encourage me. They care for me and remember me in their own way. I always be grateful to have them as my friend. Now I think I can accept that people come to my life then go to their own way. I think I can accept that just a few people can remain as my friends. And I’m happy as long as I know they remember me and consider me as their friend. Now I know why it’s hard for me to accept reality because I live in imagination world. I’m full of imagination in my mind. But now, I try my best to look at the real world. This is my life, this is my self. I can do nothing except accepting it and cope with it.

Someone told me that I shouldn’t hide too long. I thanked her because she still care about me. But I think this is me. I enjoy everything just by myself. I think I can’t be someone like before. I want to be honest to myself. I will take my time and live as well as I can. I will learn to listen to myself more. I will learn to love myself more. And I think now is better. I don’t care too much about many people. I can let them live in their own way. I still cherish them from the bottom of my heart. That’s right I’m still hope someone is beside me. I’m still hope I can have friend in my reality but I should accept that they are far away from me. All I can do is support them and wish the best for them.

Ya Allah, I’m sorry because I was rude to myself. I pushed myself too hard for something I can’t reach forever. Maybe that’s right that the reason they went away is on me. But, it’s a fate that our friendship isn’t for long last. We have to be apart. I have no choice. It’s Your decision. We’re not meant to be and I have to accept it. Now, I think I can continue to walk on my future and continue my life without any regret of the past. I won’t look back and just walk.

Kendari, 28 Safar 1438. November 28th 2016.

@ 06:19 PM.

Bangtan Seonyeondan dan Lagu-Lagunya

Kupikir aku takkan pernah menyukai boy grup lagi setelah TVXQ. Namun, sepertinya aku kembali menyukai sebuah grup lebih dari yang lainnya. Bangtan Boys atau Cowok-Cowok Anti-Peluru. Cheesy banget gak sih namanya? Tapi, sebenarnya bukan itu yang penting. Bukan juga karena mereka sudah terkenal dan mendunia. Atau karena tingkah kocaknya. Sebenarnya semua boy grup Korea sama. Sama-sama aneh dan punya kegilaan sendiri-sendiri. Namanya juga cowok-cowok, kalo udah ngumpul ya bakal heboh dan aneh. Cewek juga biasa gitu kan? Yah, generasi jaman sekarang. Generasi SUWAEG hehehe.

Hal yang kusukai dari BTS adalah lagu-lagu mereka yang merepresentasikan kehidupan dari masa remaja menuju dewasa. Mereka memiliki konsep dan cerita sendiri dalam setiap album-albumnya dan itu tidak melulu soal cinta picisan ala ala anak muda hari ini atau cinta ala orang dewasa. Lagu-lagu BTS sarat dengan pesan dan cermin tentang kehidupan. Mereka berhasil menuangkan isi pikiran mereka tentang hidup lewat karya-karya mereka. Mereka tidak sekedar menjadi komersil meski pun memang itu tujuannya, tapi mereka juga menempatkan isi pikiran mereka. Jadi, ada banyak hal yang bisa dipelajari. Musik adalah kehidupan mereka dan mereka merepresentasikan semuanya lewat musik.

Aku suka hip hop dan aku suka warna BTS. Aku belum menemukan boy grup seperti mereka sejauh ini. Rata-rata boy grup punya konsep yang sama meski pun warna musiknya berbeda-beda tetapi sedikit yang punya cerita tentang kehidupan secara umum dalam albumnya sebagaimana BTS menceritakan kisah mereka.

Aku mulai menyadari itu di album trilogi mereka yang berjudul The Most Beautiful Moments in Life. Dan di salah satu lagu mereka yang berjudul Epilogue: Young Forever, aku benar-benar menyukai lagu itu karena maknanya sangat dalam. Di album selanjutnya juga begitu, yaitu di album Wings dan aku benar-benar suka semua lagunya. Semua berdasarkan pengalaman setiap member dan refleksi mereka tentang kehidupan khususnya tentang mengejar mimpi dan cita-cita. Di album trilogi, cerita dalam lagunya memang cukup beragam. Tentang cinta, patah hati, terlahir kembali, kenangan masa lalu dan hal-hal yang mungkin bisa dirasakan di usia muda. Makanya judulnya The Most Beautiful Moments in Life. Sedangkan di album Wings, mereka lebih banyak bercerita tentang kisah hidup pribadi mereka dan apa saja yang sudah mereka lalui.  Mereka juga bercerita tentang kondisi hari ini dan menyemangati para perempuan di luar sana tentang menjadi diri mereka sendiri. Dan pastinya tentang cerita menjadi orang dewasa yang sibuk mengejar mimpi.

Aku benar-benar merasakannya sekarang. Pikiran dan bebanku lebih banyak dari sebelumnya. Beberapa waktu ini aku merasa begitu berat dan saat aku melewatinya semua seperti mimpi. Aku tidak mengatakan bahwa aku sudah benar-benar bisa melewatinya. Aku tahu pasti akan kumat lagi karena aku tipikal orang yang bergerak berdasarkan emosi. Jika emosiku terganggu, maka hidupku juga akan berantakan. Jadi, aku harus latihan untuk menjaga stabilitas emosiku.

Di saat-saat terberat dalam hidupku itulah aku banyak belajar dari lagu-lagu BTS. Tentu tidak semata-mata itu saja, tapi sedikit banyak BTS membuatku merasa bahwa bukan hanya aku yang seperti ini. Dan bahwasanya ada saat-saat dimana kita akan merasakan hal seperti ini. Saat kita beranjak dewasa dan terus menanjak menuju puncak kedewasaan.

Aku sudah banyak melewatkan masa-masa penting dalam hidupku. Aku bahkan sudah mengacaukan hidupku tahun ini. Tahun 2012 yang lalu dan tahun ini adalah tahun terburuk dalam sejarah kehidupanku. Tahun 2012 aku kehilangan dan tahun ini aku juga kehilangan lebih banyak lagi. Bisa dikatakan tahun ini aku kehilangan semuanya. Mimpi, cita-cita, motivasi, cinta, sahabat dan diriku sendiri. Tapi, sebelum tahun ini aku juga memutuskan untuk merelakan semua kehilangan itu. Aku harus merelakan bahwa semua yang pernah kulalui sekarang tinggal kenangan dan aku harus melanjutkan hidupku. Aku harus minta maaf pada banyak orang, tapi aku harus minta maaf dan memaafkan diriku terlebih dahulu. Aku harus menerima diriku lebih dulu, kemudian menerima kehidupanku setelah itu baru aku bisa melanjutkan hidupku.

Semua hal yang kuanggap tidak adil dan semua hal yang belum bisa kuterima, semua tidak ada apa-apanya dibanding betapa Allah sangat menyayangiku. Aku saja yang selalu membandingkan hidupku dengan hidup orang lain. Aku tidak boleh melakukan itu lagi. Aku tidak hidup dalam kehidupan mereka. Aku tidak menjadi pemeran utama dalam kehidupan orang lain sekali pun aku menginginkannya. Tapi, faktanya itu tidak terjadi.

Tidak ada yang tidak adil jika itu tentang Qadha. Aku saja yang belum mengerti bagaimana bersyukur dengan benar. Aku selalu bercermin dengan cermin orang lain padahal itu tidak cocok untukku. Aku yang masih tidak punya mimpi takkan bisa dibandingkan dengan mereka yang sudah memilikinya. Aku yang tak tahu tentang passion takkan sebanding dengan mereka yang sudah memilikinya. Aku tidak bisa membandingkan diriku dengan orang lain.

Sekarang sudah saatnya aku merelakan semuanya. Semua hal yang sekarang menjadi kenangan. Mungkin, sebenarnya bukan aku tidak rela. Aku hanya rindu. Itu saja. Buktinya, saat aku melihat foto-fotoku di masa lalu, perasaanku membaik. Aku akhirnya bisa menerima bahwa semua sudah berakhir. Semua sudah tidak sama. Semua sudah jadi kenangan. Jadi, tidak apa-apa jika sesekali aku mengenang semua kenangan itu. Hanya sekedar mengenangnya untuk mengatasi rasa rindu. Dan setelah itu aku akan kembali sadar bahwa masa itu sudah berlalu.

Sekarang, aku juga harus melanjutkan hidupku. Aku harus bangkit dari tidur panjang ini. Aku harus bertahan hidup. Memperbaiki semua kesalahanku dan melakukan yang terbaik agar tak ada lagi penyesalan di kemudian hari.

Terima kasih Bangtan untuk lagu-lagunya yang penuh makna. Kalian menyadarkanku bahwa hidup dengan mimpi itu penting dan hidup tanpa mimpi itu hampa. Meski jalan kita berseberangan, aku senang karena aku bisa belajar dari kalian. Kalian muda dan berbakat. Tapi tidak hanya itu, kalian juga bekerja keras untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita kalian. Aku belum sampai pada titik itu dan aku akan berusaha. Aku akan berusaha untuk mengalahkan rasa takut dan kekhawatiranku dengan keyakinanku kepada Allah.

Terima kasih ya Allah. Terima kasih untuk semuanya. Aku tidak pernah punya alasan untuk berhenti mencintai-Mu. Tidak ada. Aku tidak punya alasan untuk itu.

Kumohon, tetaplah bantu aku untuk menapaki jalanku dalam kehidupan ini. Semoga aku selalu kuat dan sabar menjalani semuanya. Semoga aku kuat menghadapi diriku sendiri, semoga aku kuat menghadapi emosi dan stress yang nantinya pasti akan mendatangiku.

Sekarang aku sedang memulai masa-masa latihan. Ya, aku latihan menggunakan kemampuan “exploring”-ku. Aku harus banyak pengalaman. Dan aku harus mulai itu.

The Most Beautiful Moments in My Life is waiting for me.

Kendari, 23 Rabiul Awwal 1438 H. December 23rd 2016.

@ 23:17 WITA.

Congraduation, Mom

Beberapa minggu lalu Emak akhirnya resmi menjadi seorang Sarjana Keperawatan. Haha, pasti kaget. Gue juga kaget. Gak nyangka Emak gue akhirnya jadi Sarjana 😁 Perasaan baru kemarin lihat Emak super ribet sama tugas kuliah, KKN sampe skripsi yang bikin hidup gue sama kakak dan adik gue yang panas-dingin 😆

Emak dulunya lulusan Sekolah Kesehatan Lingkungan. Trus setelah lulus langsung jadi PNS. Pas gue masih SD, Emak kuliah D3 Keperawatan. Baru setelah gue dan sodara-sodara gue kelar kuliah, Emak lanjutin ke S1. Kalo gue gegana soal impian dan cita-cita, Emak udah ngomong soal cita-citanya pas masih kecil. Emak pengen jadi suster. Dan beneran kesampaian meskipun Emak udah gak muda lagi. Tapi emang Emak tuh pantang menyerah.

Dari Emak gue belajar kalo gak ada kata terlambat untuk meraih impian dan cita-cita. Satu-satunya yang harus kita bangun adalah keyakinan bahwa kita pasti bisa meraih impian dan cita-cita itu. Satu lagi, harus berani melangkah. Berani melangkah untuk mengejar dan meraihnya.

Kalo gue sendiri ditanyain soal impian dan cita-cita, jujur gue masih bingung. Terlalu banyak hal yang bikin gue penasaran sampe gue pengen nyoba semuanya *maruk amat ya gue?* 😅 But life is about choice, right? I have to choose my path.

Congraduation, Mom. Sorry cause I didn’t give you flower as your hope. I think flowers can’t be eaten, so I prefer bought you ice cream instead of giving you a bucket of flowers 😅

Barakallah, Emak ❤️❤️

Jumat, 15 September 2017.

Semesta itu Bernama Tumblr

Pertama kali kenal Tumblr tahun 2010. Waktu itu ikutan bikin karena lihat teman kosan yang punya Tumblr trus lihat gambar-gambarnya yang bagus-bagus. Waktu itu udah punya blog sih, tapi seru aja lihat tumblr yang tampilannya simple but emejing hehe.

Lama-lama gue beneran betah di Tumblr. Entah cuma sekedar nulis quotes atau reblog. Mulai dari yang receh dan unfaedah sampe yang serius dan berapi-api.

Yang paling emejing lagi nih, ternyata pengguna Tumblr tuh banyak banget dan sepertinya perasaan orang berseliweran di semesta yang namanya Tumblr ini. Jujur aja, awalnya gue gak nyaman, apalagi baca postingan gegana (gelisah, galau, merana), menye-menye soal cinta, jodoh, nikah dan sejenisnya. Gue pikir, kalo mau bergalau-galau ria, mending bikin diary pribadi di laptop. Gue juga sempat mikir, ini orang-orang kalo gak mau privasi-nya dilangkahin kok berani-beraninya posting di dunia macam begini?? Dan gue cuma bisa geleng-geleng 😅

Setahun yang lalu gue vakum nulis di Tumblr selama setahun penuh. Setahun kemudian gue balik lagi ke sini buat nulis dan sepertinya gue mulai mengerti kenapa orang-orang membiarkan perasaannya berlalu-lalang di jagad ini.

Meskipun isi Tumblr itu macam-macam dan gue lebih sering nemu postingan galau, gue jadi sedikit mengerti bahwa orang-orang Tumblr menjadikan Tumblr sebagai tempat mencurahkan isi pikiran mereka tanpa ingin menjadi siapapun. Mereka nyaman menjadi anonim dengan warna mereka sendiri tanpa bayang-bayang identitas di dunia nyata. Mereka percaya kalo Tumblr bisa jadi kotak harta karun mereka yang menyimpan pikiran mereka dari sudut pandang yang lain tentang dunia dan kehidupan, yang jujur aja gue sendiri gak sepercaya itu. Buktinya, gue masih mikir mau posting apaan padahal belum tentu juga ada yang baca 😅

Gue juga jadi ngerti kenapa orang-orang di Tumblr itu tipikal silent semua. Silent dalam artian mereka sangat menghargai privasi, kecuali untuk lingkaran yang mereka udah kenal dekat. Ada fitur ask dimana lo bisa bertanya tanpa ada yang tau identitas lo dan itu membuat lo lebih nyaman untuk curhat soal kisah lo. Belum lagi, lo bisa jalan-jalan ke banyak akun dengan jadi silent reader. Gak perlu tekan ♥ atau pun reblog but you got something you’re looking for. Lesson to learn.

Semua itu hanya ada di semesta bernama Tumblr, dimana lo bisa bercengkrama dengan pikiran dan perasaan orang lain, belajar dari curhatan mereka, menemukan fakta bahwa banyak pencerita dan penulis hebat di sana, termasuk menemukan sosok-sosok mengagumkan di balik tulisan-tulisan yang menggugah.

Ya, semua itu bisa lo temukan di sini, di semesta bernama Tumblr. Sayangnya, Tumblr gak akan ditemukan lagi di Indonesia 😔

Edisi mengenang Tumblr yang sudah diblokir.

Intermezzo #01

Keinget Bon Voyage 2 pas Yoongi partneran sama Taehyung. Si Yoon INTJ, Si Tae ENFP. Asli Rectoverso. Gak ada nyambung-nyambungnya sama sekali. Tapi gue suka caranya Yoongi ngasih solusi buat mereka berdua. Dia milih ngalah dan ngasih note, kalo mereka udah mau berantem, Yoongi bakal megang tangan Tae. Haha so sweet banget. Tapi emang sebenarnya Si Yoon tuh aslinya care banget orangnya. Daripada bikin konflik dan banyak bicara, mending langsung action (haha as expected, introvert). Kayaknya bisa jadi solusi nih kalo nanti udah nikah, karena kadang kita cuma butuh didengarkan dan dimengerti. Tapi, kalo ternyata pengertian dan pendengaran gak cukup untuk meredam konflik, saling berpegangan tangan akan membuat semua lebih baik. Ya, minimal kita inget kalo kita menikah berarti kita adalah satu tim dan di kehidupan ini kita jalannya barengan. Semoga gue dapat suami pengertian macam Yoongi (aamiin 😄). Btw, saingan gue seantero dunia, mamen tapi gapapalah kali aja ada yang karakternya macam dia ✌️😁

Ps. Ini awalnya berlaku buat persahabatan antarcowok. Tapi gue pikir pas juga buat kehidupan pernikahan 😁

Untitled #26

I stand by you and look at you from afar.

Everything about you seems so far away.

I travel the time to find the picture of you and I find it’s like de javu.

You talk to me in front of my mirror like yesterday.

And now you’re not here anymore.

But memories bring the time to eternity.

And I know one thing. We survive with hope even the other still enjoying the pain in order to survive.

You taught me to embrace all the pains with the biggest hope I have.

Spread your wings and fly freely.

Higher, higher than the sky.

I will look up on you from here while smiling.

Her

Untuk seseorang yang selalu dalam ingatan. Untuk seseorang yang dirindukan dalam do’a-do’a panjang. Untuk seseorang yang akan selalu kupercaya. Untuk seseorang tempatku menceritakan segalanya. Kekhawatiran, kekecewaan, rasa sakit, kebahagiaan, impian dan cita-cita. Untuk seseorang yang sedang berjuang untuk bisa berdamai dan mencintai dirinya sendiri. Untuk seseorang yang sedang berjuang dan menantang dirinya sendiri. Untuk seseorang yang tidak telah berhasil melampaui kemampuannya. Untuk seseorang yang selalu mendengarkan. Untuk seseorang yang berharga.

Semoga Allah menjaganya dalam ketaatan. Melindunginya dan menjadikan bahagia dalam episode ceritanya.

Untuknya. Terima kasih yang tak terhingga.

Keep Going

Aku selalu percaya bahwa sejauh apapun aku berjalan, Allah akan menuntunku menuju mimpi-mimpiku.

Sekarang aku hanya ingin menenangkan diri untuk berapa lama. Aku ingin meyakinkan diriku tentang apakah aku harus tetap keras kepala dan mengejar mimpiku atau aku menyerah pada mimpiku dan mengambil jalan lain.

Sekarang, mungkin aku sedang mengambil jalan berputar. Sambil menenangkan diriku sendiri. Lagipula, aku tidak tahu sebenarnya mimpiku apa. Aku hanya senang melakukan hal seperti sekarang. Aku tidak berani bermimpi setelah semua yang terjadi.

Aku hanya ingin menjeda untuk menenangkan diri meskipun mungkin aku butuh waktu lebih lama.

As If It’s Your Last

Kalo ini hari terakhir lo di dunia, apa yang bakal lo lakuin?

Gue sering menyesali banyak hal. Gue merasa gak pernah melakukan yang terbaik dari diri gue. Gue menyesal atas setiap keputusan bodoh dan salah yang gue ambil. Gue menyesal atas semua pilihan gue yang gak bisa gue tanggung resikonya. Gue mengutuk diri gue karena gue terlalu lemah.

Tapi, semuanya udah gak berguna. Sekarang satu hal yang pengen gue lakukan adalah gue pengen hidup tanpa penyesalan. Meskipun suatu hari akan ada hari dimana gue bener-bener menyesal, gue pengen saat gue hidup di dunia, gue gak menyesali apapun karena gue melakukan hal terbaik yang bisa gue lakukan. Gue menjadi diri gue sendiri.

Hidup cuma sekali dan gue gak pengen menyesali apapun. Gue gak pengen bertemu Allah dalam keadaan bersedih karena menyesal akan banyak hal. Gue pengen bertemu Allah dalam keadaan bahagia karena seharusnya setiap Muslim mendambakan pertemuan dengan Rabb-nya.

I just want to live my life to the fullest. I want to be the best of me. It’s okay if I have many flaws as long as I’m be me.